Setiap hari, Bu Nur Sari harus bekerja tanpa mengenal lelah demi menghidupi keluarganya. Pagi hingga sore ia menjadi pembantu rumah tangga panggilan, lalu melanjutkan bekerja sebagai pemulung barang bekas atau menerima panggilan pijat hingga larut malam. Semua itu ia lakukan demi merawat putra sulungnya, Bilal, yang hidup dengan down syndrome dan cerebral palsy sejak kecil.

Bilal mengalami ketergantungan penuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ia tidak mampu berjalan, makan, maupun minum secara mandiri sehingga seluruh kebutuhannya harus dipenuhi oleh kedua orang tuanya.
Kondisinya semakin memburuk setelah diduga mengalami malpraktik saat menjalani penanganan penyumbatan pada otak ketika berusia tiga tahun.Perjuangan Bu Nur semakin berat karena suaminya mengalami disabilitas setelah kecelakaan kerja yang membuat kakinya terluka parah dan tidak lagi mampu bekerja seperti dahulu.
Suaminya juga mengalami kebutaan permanen pada mata sebelah kiri. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tetap berusaha membantu istrinya memulung barang bekas demi menambah penghasilan keluarga.

Di tengah kerasnya perjuangan mencari nafkah, Bu Nur juga harus membesarkan dua anak lainnya. Anak keduanya terancam kesulitan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya, sementara anak bungsunya yang masih balita juga membutuhkan perhatian penuh setiap hari.
Tak hanya itu, Bu Nur sendiri mengidap penyakit jantung yang sering membuat dadanya sesak ketika bekerja terlalu berat. Namun karena keterbatasan ekonomi, ia belum pernah menjalani pengobatan secara rutin.
Penghasilan dari pekerjaan serabutan yang tidak menentu bahkan sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.Keadaan ekonomi keluarga yang sangat sulit membuat Bu Nur dan suaminya kerap memungut buah-buahan yang telah dibuang ke tempat sampah. Buah-buahan tersebut mereka bersihkan terlebih dahulu agar masih bisa dikonsumsi bersama keluarga di rumah.
Sementara Bilal hingga kini belum pernah mendapatkan terapi yang dibutuhkan untuk membantu perkembangan sendi dan kemampuan kognitifnya karena keterbatasan biaya.Saat ini Bilal membutuhkan terapi rutin agar kualitas hidupnya dapat terus ditingkatkan.

Di sisi lain, keluarga juga masih berjuang memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, biaya pampers Bilal, serta membayar tagihan listrik yang menjadi kebutuhan dasar keluarga.Dana yang terkumpul akan digunakan untuk:Bantuan Biaya Terapi Bilal.Bantuan Kebutuhan Dasar dan Pangan Keluarga.Bantuan Pembayaran Listrik serta Modal Usaha untuk Bu Nur.
