Diperbarui 24 September 2026, 10:34 WIB
Di Desa Cikarang, Garut, berdiri Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam 1 yang menjadi tempat belajar bagi 17 anak dari keluarga kurang mampu. Madrasah ini telah berdiri sejak 2008 dan menjadi tempat belajar bagi anak-anak yang rumahnya cukup jauh dari sekolah terdekat. Beberapa di antaranya harus berjalan kaki hingga satu jam dan melewati sungai untuk sampai ke madrasah.

Sayangnya, tempat mereka belajar kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Lantai kayu sudah berlubang, beberapa bangku memiliki paku yang mencuat, dan genteng-genteng banyak yang bocor. Dinding madrasah masih menggunakan sesek bambu serta kayu yang mulai keropos dan lapuk. Rak buku pun menjadi sarang rayap hingga beberapa buku tidak lagi dapat digunakan. Kondisi listrik di madrasah juga sering padam sehingga kegiatan belajar semakin terbatas.




Di tengah kondisi tersebut, para guru tetap berusaha mendampingi anak-anak untuk belajar. Salah satunya Pak Endang, guru honorer yang telah mengajar selama 11 tahun. Setiap hari, ia menempuh perjalanan sekitar 14 km pulang pergi menuju madrasah. Jika ada mobil sayur atau pengendara motor yang melintas, terkadang Pak Endang ikut menumpang. Bahkan saat hujan, ia tetap berangkat dengan jas hujan demi menjalankan tanggung jawabnya sebagai guru.

Kenapa bantuan ini mendesak?
Bantuan akan digunakan untuk:
Bantu dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;
2. Masukkan nominal donasi;
3. Pilih metode pembayaran GoPay atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera;
4.Dapatkan laporan melalui email.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.