Sendi (14 tahun) adalah seorang anak dengan disabilitas intelektual yang sering dianggap autis oleh orang-orang di sekitarnya. Sejak ibunya meninggal dan ayahnya tidak mau mengasuh, Sendi hanya tinggal bersama kakaknya dan menjalani hidup dengan penuh keterbatasan.Setiap hari, Sendi berkeliling di daerah Pasir Impun menjual snack menggunakan nampan sederhana dan kertas. Dari hasil jualannya, ia hanya memperoleh sekitar Rp30.000–Rp40.000 per hari. Uang itu seharusnya ditabung untuk biaya sekolah, namun sering kali harus digunakan untuk makan sehari-hari dan modal berjualan kembali.Di tengah keterbatasannya, Sendi memiliki keinginan besar untuk bisa bersekolah seperti anak-anak lainnya. Kakaknya sudah berusaha mendaftarkan Sendi ke sekolah umum, namun ditolak dan diarahkan untuk masuk ke SLB.
Kini, harapan terbesar Sendi dan keluarganya adalah mendapatkan dukungan agar ia bisa melanjutkan pendidikan dan memperoleh haknya sebagai seorang anak untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.Bantu Dek Sandi untu bisa sekolah, berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;
2. Masukkan nominal donasi;
3. Pilih metode pembayaran GoPay atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera;
4.Dapatkan laporan melalui email.