Pak Asep (52 tahun) adalah potret seorang ayah yang tak pernah menyerah melawan kerasnya kehidupan. Setelah bertahun-tahun mengabdi di sebuah pabrik, ia justru harus menerima kenyataan pahit menjadi korban PHK karena dianggap sudah tidak lagi produktif akibat faktor usia. Padahal, begitu banyak anggota keluarga yang bergantung pada dirinya.

Anak semata wayangnya, Hanipah (10 tahun), merupakan penyandang autisme dan hingga kini belum dapat berbicara. Setiap hari Pak Asep dan istrinya dengan penuh kesabaran merawat sang buah hati sambil berharap suatu saat ia bisa tumbuh lebih mandiri dan kembali bersekolah. Cobaan tak berhenti di situ. Sang istri, Mak Juju, telah bertahun-tahun menderita eksim yang membuat kulitnya terasa panas, gatal, hingga melepuh. Karena kondisinya, ia harus menghindari berbagai jenis makanan seperti ikan, ayam, dan telur agar penyakitnya tidak semakin parah.
Tak lama kemudian, kakak Pak Asep juga mengalami stroke usai pulang salat berjamaah. Sejak saat itu, sebagian tubuhnya mengalami kelumpuhan dan membutuhkan bantuan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Kini, Pak Asep menjadi satu-satunya harapan keluarga. Untuk bertahan hidup, ia memelihara ayam dari anakan hingga besar untuk kemudian dijual. Jika belum ada ayam yang bisa dijual, ia mencari pekerjaan serabutan seperti membersihkan kebun atau membantu tetangga agar keluarganya tetap bisa makan. Di tengah segala keterbatasan, Pak Asep hanya memiliki harapan sederhana. Ia ingin menambah ternak ayam agar memiliki penghasilan yang lebih stabil, membeli popok untuk anaknya, serta melihat istri, kakak, dan buah hatinya mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

OrangBaik, mari ringankan perjuangan Pak Asep. Uluran tangan kita dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, mendukung pengobatan, serta menjadi modal usaha agar mereka memiliki harapan untuk bangkit.
1. Klik Tombol Donasi Sekarang
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
4. Dapatkan Laporan Via Email
