Di usia 74 tahun, Abah Kardi masih berjuang mencari nafkah dengan berjualan kerupuk keliling. Penghasilannya tidak menentu, hanya sekitar Rp10.000–Rp15.000 per hari, sering kali bahkan tidak cukup untuk kebutuhan makan.
Ia tinggal bersama cucunya yang masih SMA. Di tengah kondisi tubuh yang sudah lemah, Abah tetap berjualan menggunakan roda kecil dan tongkat sebagai penopang.
Cobaan berat pernah menimpanya. Abah tertabrak angkot hingga mengalami kaki patah dan cedera ginjal yang harus dioperasi. Namun meski masih sering menahan sakit, ia tetap kembali berjualan karena tidak punya pilihan lain.
Abah hanya memiliki satu harapan sederhana: memiliki warung kecil di depan rumah agar tidak perlu lagi berkeliling dan mempertaruhkan kesehatannya.
Melalui campaign ini, kami mengajak Sahabat Baik untuk membantu Abah Kardi. Bantuan akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah cucunya, dan mewujudkan warung kecil impiannya.