Di usia 59 tahun, saat banyak orang seusianya sudah beristirahat, Abah Lili masih harus berjalan kaki menyusuri jalanan sambil memikul meja-meja seberat sekitar 5 kilogram demi sesuap nasi.

"Abah mah asal masih kuat jalan, ya jalan. Daripada di rumah teu boga apa-apa. Mudah-mudahan aya nu meser, sangu keur peuting aya," gumam Abah Lili sambil memanggul dagangannya.
Dalam sekali berjualan, Abah membawa 2 hingga 4 meja. Namun dari setiap meja yang laku, keuntungan yang ia bawa pulang hanya sekitar Rp10.000. Harga Rp100.000 pun sering sulit terjual, sehingga Abah terpaksa melepasnya jauh lebih murah, sekitar Rp50.000 asalkan ada yang membeli. Saat sepi pembeli, Abah bisa pulang tanpa membawa uang sepeser pun.
Untuk makan sehari-hari, ia terpaksa berutang ke warung, bahkan modal membuat meja pun sering harus dipinjam lebih dulu. Pernah dua hari berturut-turut tak ada satu pun meja yang laku. Dalam kondisi seperti itu, Abah bahkan pernah hanya makan nasi dengan garam di rumah.
Demi menghemat ongkos yang tak sanggup ia bayar, Abah rela berjalan kaki menempuh jarak yang sangat jauh, bahkan pernah selama sekitar 6 jam, hingga harus beristirahat dan tidur di masjid karena dagangannya belum juga terjual.
Namun tubuh Abah kini tak lagi sekuat dulu. Ia menderita darah tinggi dan penyakit lambung, hingga pernah dirawat di rumah sakit karena terlambat makan. Saat lambungnya kambuh dan tak ada uang, Abah bahkan harus berutang lagi untuk membeli obat. Perjuangan Abah di jalan juga penuh risiko. Ia pernah terserempet mobil hingga meja yang dibawanya hancur dan tubuhnya kesakitan.
Abah juga pernah menjadi korban uang palsu, kehilangan meja yang dibawa orang tanpa dibayar, hingga kehilangan telepon genggamnya saat sedang beristirahat. Semua kerugian itu harus ia tanggung sendiri, sementara penghasilan hariannya saja belum tentu cukup untuk makan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama
