HIDUP SEBATANGKARA TAK ADA YANG MENEMANI, BANTU PENJAHIT TUNA WICARA BERTAHAN HIDUP!

HIDUP SEBATANGKARA TAK ADA YANG MENEMANI, BANTU PENJAHIT TUNA WICARA BERTAHAN HIDUP!

Rp 0
terkumpul dari Rp 35.000.000
0 Donatur
44 hari lagi
BANTU SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 07 August 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ruang Harsa

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

06 August 2026

Bu Rita masih menjalani hidup seorang diri sebagai penyandang tuna wicara. Sudah hampir 10 tahun sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. Sejak saat itu, rumah sederhana peninggalan orang tuanya menjadi satu-satunya tempat berteduh sekaligus saksi bisu perjuangannya menghadapi hidup tanpa keluarga di sisi.



Setiap hari, Bu Rita menghabiskan waktunya di depan mesin jahit tua yang telah menemaninya selama bertahun-tahun. Keterampilan menjahit itu ia pelajari di sebuah SLB di Wonosobo agar bisa hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Dari jahitan warga sekitar, Bu Rita berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, meski penghasilannya tidak pernah menentu.


Sayangnya, keterbatasan yang dimilikinya sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Karena tidak bisa berbicara, Bu Rita kerap dipandang sebelah mata. Bahkan, pernah ada pelanggan yang membawa pulang hasil jahitannya tanpa membayar sepeser pun. Bu Rita hanya bisa pasrah karena kesulitan menyampaikan haknya. Meski begitu, ia tetap memilih menjahit dengan sabar dan tidak pernah menyerah mencari nafkah. Cobaan Bu Rita tak berhenti di situ. Mesin jahit yang menjadi sumber penghasilannya kini sudah tua dan sering mengalami kerusakan. Ketika mesin itu bermasalah, Bu Rita terpaksa menghentikan pekerjaannya dan kehilangan kesempatan menerima pesanan. Di saat orang lain bisa mencari bantuan, Bu Rita harus menghadapi semuanya seorang diri dalam kesunyian. Di rumah kecil itu, Bu Rita memasak sendiri, membersihkan rumah sendiri, dan menjalani hari-harinya tanpa ada tempat berbagi cerita. Meski tak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, kerinduan kepada kedua orang tuanya masih begitu terasa. Setiap sudut rumah mengingatkannya pada sosok yang dulu selalu menemani dan memahami dirinya.

Sebenarnya, Bu Rita hanya memiliki harapan yang sangat sederhana. Ia ingin memiliki mesin jahit baru agar tetap bisa menerima pesanan dan terus mandiri. Selain itu, ia juga bermimpi membuka usaha kecil berjualan jus di depan rumah supaya memiliki tambahan penghasilan dan tidak lagi hanya bergantung pada jasa jahit. Mari bersama menjadi harapan baru untuk Bu Rita. Bantuan dari Sahabat Baik akan digunakan untuk: Membantu menyediakan mesin jahit baru agar Bu Rita dapat terus bekerja.. Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Bu Rita. Membantu kebutuhan lain yang paling mendesak sesuai kondisi Bu Rita.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik