Dunia Ibu Walmi kelam tanpa cahaya sejak lahir, namun ia menolak menyerah pada kegelapan demi masa depan empat anaknya yang masih kecil. Setiap hari, wanita tuna netra tangguh ini menyusuri jalanan untuk menjajakan camilan murah seharga Rp2.000. Langkah kakinya yang terbatas dituntun oleh Wahyu, anak bungsunya yang juga mengalami keterbatasan fisik berupa mata juling. Di tengah keterbatasannya, Ibu Walmi sering kali menjadi sasaran orang-orang tak bertanggung jawab; barang dagangannya kerap dicuri oleh pembeli yang memanfaatkan kebutaannya dengan mengambil camilan lebih dari uang yang dibayarkan. Menghadapi kejamnya jalanan dan hinaan verbal yang sering menerpa mereka, Ibu Walmi hanya bisa pasrah dan terus melangkah.
Penghasilan dari jualan camilan berkisar antara Rp20.000 hingga Rp100.000 sehari, itu pun jika beruntung. Tak jarang ia harus pulang dengan tangan hampa karena tidak ada satu pun dagangan yang laku. Sementara itu, suaminya yang berusia 20 tahun lebih tua hanya bekerja sebagai buruh bersih-bersih panggilan dengan upah yang sangat tidak menentu. Impitan ekonomi ini membuat keluarga kecil yang sebatang kara tanpa kerabat lain ini hidup dalam trauma mendalam. Mereka pernah diusir paksa dari kontrakan terdahulu karena menunggak, bahkan seluruh barang-barang di dalam rumah mereka disita habis oleh pemilik kontrakan lama. Kini, mereka harus memutar otak demi membayar sewa kontrakan sempit sebesar Rp600.000 setiap bulannya.
Duka di dalam rumah petak mereka kian menyayat hati saat melihat kondisi anak ketiganya, Yasir (7 tahun). Bocah malang ini menderita cerebral palsy parah yang menyebabkan kelumpuhan pada setengah tubuhnya, serta kehilangan kemampuan untuk melihat, mendengar, dan berbicara. Di sisi lain, dua anak tertuanya yang duduk di kelas 6 SD juga membutuhkan biaya sekolah yang terus menuntut setiap bulan. Ketika kebutuhan dasar tak terpenuhi dan tagihan kontrakan menumpuk, perselisihan akibat keputusasaan tak jarang melanda. Begitu beratnya beban yang dipikul sendirian dalam kegelapan hingga Ibu Walmi kerap kali terlintas bisikan pilu untuk mengakhiri hidupnya karena tak kuat lagi dihimpit kemiskinan.
Di tengah segala keterbatasan dan rasa perih yang mendera, keluarga kecil ini tetap saling menjaga dan menyayangi satu sama lain. Ibu Walmi memendam sebuah impian yang teramat mulia demi anak-anaknya. Ia sangat berharap bisa mendapatkan modal usaha untuk membuka warung sembako kecil di kontrakannya. Dengan begitu, ia dan anak bungsunya tidak perlu lagi kepanasan berkeliling jalanan, ia bisa mengawasi anaknya yang lumpuh, serta memiliki penghasilan mandiri yang layak. Uluran tangan kita hari ini adalah seberkas cahaya kehidupan yang dikirimkan Tuhan untuk menghapus air mata, menjauhkan keputusan putus asa, dan memuliakan masa depan keluarga Ibu Walmi.
Mari Hadirkan Cahaya dan Masa Depan Layak untuk Keluarga Ibu Walmi!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hallo, Sobat Berdampak!
Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.
Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan kini telah tersalurkan kepada Pak Sani, seorang pemuda dengan kondisi tunawicara dan difabel yang selama ini berjuang menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai driver ojek online.

Melalui dukungan para donatur, Pak Sani menerima bantuan berupa warung, kebutuhan pelengkap usaha, kebutuhan bahan pokok, serta santunan tunai. InsyaAllah, bantuan ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menghadirkan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga beliau.
Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi penyemangat bagi Pak Sani untuk terus berjuang, serta menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.
Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kebaikan yang kita titipkan hari ini dapat menjadi awal perubahan yang berarti bagi kehidupan sesama.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli