Diperbarui 06 November 2026, 21:55 WIB
Mak Tuminah merupakan seorang lansia sebatang kara yang harus menjalani hari-harinya tanpa pendampingan keluarga. Setelah ditelantarkan oleh anaknya, Mak Tuminah berjuang memenuhi kebutuhan hidup seorang diri dengan berjualan sayur keliling.

Dari hasil berjualan, Mak Tuminah biasanya hanya mendapatkan sekitar Rp20.000 per hari. Penghasilannya pun tidak menentu, bahkan pernah dagangannya tidak laku sama sekali. Kondisi ini membuat Mak Tuminah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia bahkan pernah menahan lapar selama 5 hari dan hanya minum air teh karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Di tengah perjuangannya, Mak Tuminah juga masih memiliki tunggakan biaya rumah sakit pascaoperasi yang hingga kini dicicil semampunya. Ia juga mengalami rematik, gangguan penglihatan, serta sering merasakan nyeri di bagian perut bekas operasi. Meski kondisi tubuhnya sering terasa sakit, Mak Tuminah tetap berjualan karena tidak memiliki sumber penghasilan lain.

Mengapa bantuan ini mendesak?
Mak Tuminah hanya berpenghasilan sekitar Rp20.000 per hari dari berjualan sayur. Sebagai lansia sebatang kara, ia harus memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mencicil tunggakan rumah sakit. Kondisi rematik, gangguan penglihatan, dan nyeri pascaoperasi semakin menyulitkannya untuk berjualan. Bahkan, ia pernah menahan lapar selama 5 hari.
Bantuan Digunakan Untuk Apa?
#SobatAksi Mari bantu Mak Tuminah agar bisa hidup layak, bantu dengan cara;

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung