Putus Sekolah Demi Nafkahi 3 Adik!!! Bantu Selamatkan Masa Depan Dek Albi Sekarang
Putus Sekolah Demi Nafkahi 3 Adik!!! Bantu Selamatkan Masa Depan Dek Albi Sekarang

Putus Sekolah Demi Nafkahi 3 Adik!!! Bantu Selamatkan Masa Depan Dek Albi Sekarang

Rp 2.578.999
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
51
Tercapai
8%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 02 August 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

02 July 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Albie baru berusia 13 tahun. Di usia ketika anak-anak seusianya duduk di bangku SMP, belajar, bercanda, dan bermimpi, Albie justru sudah memikul tanggung jawab yang bahkan orang dewasa pun belum tentu sanggup menjalaninya.

Albie adalah anak kedua dari lima bersaudara. Seharusnya sekarang ia duduk di kelas 1 SMP. Namun sejak kelas 5 SD, Albie terpaksa berhenti sekolah. Bukan karena malas, bukan karena tidak ingin belajar, melainkan karena ia harus memastikan adik-adiknya tetap bisa makan dan sekolah. Tunggakan sekolah sebesar Rp900.000 menjadi titik akhir pendidikannya.

Sejak putus sekolah, Albie berjualan donat milik tetangganya setiap hari. Ia mulai berkeliling dari pukul 06.30 pagi hingga sore, bahkan tak jarang pulang hingga pukul 7 malam karena dagangannya belum habis. Satu donat dijual seharga Rp2.000, namun keuntungan yang Albie dapatkan hanya Rp500 per buah. Jika donatnya tak laku, ia dimarahi. Jika terlalu sedikit yang terjual, ia juga dimarahi. Kadang, ia hanya bisa memakan donat dagangannya sendiri untuk menahan lapar.

 

Penghasilannya tak menentu, rata-rata hanya Rp20.000–30.000 per hari. Dari jumlah itu, sering kali Albie hanya kebagian Rp10.000 untuk dirinya sendiri. Untuk makan, ia harus berhemat. Bahkan tak jarang ia menahan lapar dan hanya minum air itu pun jika ia punya uang untuk membeli air minum. Albie bahkan tidak memiliki botol minum sendiri.


Karena berjualan donat saja tidak cukup, Albie pernah bekerja sebagai buruh cuci piring di tukang ketoprak, dari pukul 10 pagi hingga 5 sore dengan upah Rp35.000. Kini, ia juga membantu berjualan cuangki: menyiapkan lapak, mencuci piring, mengantar pesanan, hingga membuatkan kopi.

 

Namun beban Albie tak berhenti pada dirinya sendiri. Setiap hari, ia bertanggung jawab memberi bekal Rp5.000 untuk dua adiknya yang berusia 5 dan 10 tahun, serta membeli susu untuk adiknya yang masih berusia 2 tahun. Meski hidup terpisah, Albie juga tetap membantu kebutuhan sekolah adiknya yang lain agar tidak putus sekolah seperti dirinya.

  • Klik Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

 

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

 


Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 50.000
21 July 2026, 06:15

Allah kuatkan dan cukupkan ya kalian. Semoga juga kalian selalu dlm lindungan serta bimbinganNya