Bantu Perjuangan Bocah Penjual Es Demi Tetap Sekolah
Bantu Perjuangan Bocah Penjual Es Demi Tetap Sekolah

Bantu Perjuangan Bocah Penjual Es Demi Tetap Sekolah

Rp 140.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
4
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 08 October 2026, 18:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

04 September 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di saat anak-anak seusianya menghabiskan waktu sore untuk bermain gembira, Dek Boy (11 tahun) harus memeluk kedewasaan sebelum waktunya. Sepulang sekolah, dengan masih mengenakan seragamnya, bocah yang dikenal sangat pendiam ini bergegas mengambil alih gerobak es untuk berjualan keliling. Langkah kaki kecilnya menggantikan peran sang ayah, seorang penyandang disabilitas fisik yang kini kian kesulitan berjalan akibat sakit kaki yang parah. Boy menolak malu dan memilih memeras keringat demi membantu menopang kebutuhan kedua adiknya yang masih sangat kecil, yang kini baru saja memasuki jenjang TK dan kelas 1 SD.

Namun, kejamnya dunia sering kali menghantam pundak kecilnya tanpa ampun. Berjualan di tengah lapangan tempat anak-anak seusianya bermain, Boy kerap kali menjadi korban perundungan yang keji. Kalimat pengusiran yang kasar dan ejekan dari teman-temannya membuat Boy tumbuh menjadi anak yang trauma, menarik diri, dan jarang sekali berbicara. Nestapa itu kian berlapis karena sang ayah di rumah pun sering menjadi bahan olokan warga sekitar yang meniru cara berjalannya. Semua luka batin itu dipendam sendiri oleh Boy; ia tak pernah mengeluh atau menangis di depan orang tuanya, dan tetap memilih rajin melangkah menjemput rezeki.

Dari setiap es yang berhasil ia jual, Boy hanya membawa pulang penghasilan kotor berkisar antara Rp14.000 hingga Rp35.000, yang sebagian besarnya harus diputar kembali untuk modal es esok hari. Ibunya hanyalah pekerja cadangan di pabrik cuanki dengan upah Rp30.000 sehari yang tidak menentu. Impitan ekonomi ini membuat keluarga mereka kerap kali terancam kelaparan; bahkan sang ayah mengaku pernah terpaksa tidak memasak nasi sama sekali karena kehabisan beras dan uang. Akibatnya, Boy terpaksa pergi ke sekolah tanpa sepatu dan hanya beralaskan sandal seadanya, serta memakai seragam bekas pemberian orang lain yang sudah tidak layak.

Kini, beban pikiran keluarga kian menumpuk seiring besarnya biaya sekolah yang dibutuhkan oleh kedua adik Boy untuk membeli seragam, alat tulis, sepatu, tas, hingga uang pangkal TK. Di sisa tenaganya, sang ayah memendam impian besar untuk bisa mendapatkan modal usaha kembali agar bisa berjualan baju di pasar seperti dulu sebelum modalnya habis tergerus masa pandemi. Ayahnya sangat ingin menafkahi keluarganya secara utuh tanpa harus mengandalkan anaknya yang masih kecil. Uluran tangan kita hari ini adalah jawaban atas doa-doa hening Dek Boy agar ia bisa kembali bersekolah dengan layak dan melihat ayahnya mandiri tanpa dihina lagi.


Mari Bentangkan Kebaikan, Beri Perlengkapan Sekolah dan Modal Usaha untuk Keluarga Dek Boy!

campaign dan berdonasi dengan cara: 

  • Klik “DONASI SEKARANG” : 
  • Masukkan nominal donasinya :
  • Pilih metode pembayaran : 
  • Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 50.000
08 September 2026, 20:08