Diperbarui 03 October 2026, 03:00 WIB
Setiap pagi pukul 6, Abah Kusna sudah bersiap membawa dagangan cakue mininya untuk dijual di sekitar sekolah-sekolah.
Di usianya yang sudah lebih dari 72 tahun, Abah masih harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istrinya. Dengan tanggungan kayu yang sudah tua dan rusak, Abah memikul dagangannya yang beratnya lebih dari 30 kilogram dan berjalan dari satu tempat ke tempat lain.
Penghasilannya pun tidak menentu. Dalam sehari, Abah hanya mendapatkan sekitar Rp15.000–Rp30.000. Itu pun bukan sepenuhnya bisa dibawa pulang karena sebagian harus digunakan kembali untuk membeli modal cakue.
Bagi orang lain, uang sebesar itu mungkin tidak seberapa. Namun bagi Abah, uang tersebut harus cukup untuk makan, membeli kebutuhan rumah, dan merawat istrinya yang sedang sakit.
Sudah 4 Bulan Istrinya Hanya Bisa Terbaring di Rumah, Di rumah sederhana peninggalan keluarga, Abah hanya tinggal berdua bersama istrinya.
Sudah sekitar 4 bulan Ema terbaring sakit. Untuk bangun dari tempat tidur, makan, bahkan minum saja, Ema membutuhkan bantuan Abah. Kondisinya membuat Ema tidak lagi mampu berjalan seperti sebelumnya. Ema juga membutuhkan pampers setiap hari. Setidaknya lebih dari dua pampers harus disediakan setiap harinya.
Namun, dengan penghasilan Abah yang hanya Rp15.000–Rp30.000 sehari, membeli pampers saja sudah menjadi beban yang berat. Tak jarang Abah harus berutang ke warung untuk membeli beras dan lauk. Bahkan ketika uang benar-benar tidak ada, Abah dan Ema hanya bisa makan nasi dengan garam.
Setiap hari Abah tetap memaksakan diri berjualan karena tidak ada pilihan lain.
Beban dagangan yang lebih dari 30 kilogram membuat tubuh Abah semakin kewalahan. Abah bahkan pernah terpeleset dan jatuh di pinggir jalan setelah tersandung batu. Saat itu, kaki Abah sampai berdarah. Dagangannya berserakan di tanah dan tidak bisa lagi dijual. Tanggungan dagangannya juga terbentur pohon. Meski tubuhnya sakit dan kakinya terluka, Abah tetap harus kembali berjualan. Sebab jika Abah tidak bekerja, tidak ada penghasilan yang bisa dibawa pulang.
Di tengah segala keterbatasan itu, Abah masih menyimpan harapan sederhana: melihat istrinya kembali sehat dan bisa berjalan. Abah juga ingin memiliki gerobak yang lebih layak agar tidak perlu lagi memikul lebih dari 30 kilogram dagangan setiap hari. Dengan gerobak, Abah berharap bisa tetap berjualan tanpa terlalu membebani tubuhnya yang sudah renta.
Mari Ringankan Beban Abah Kusna, Abah Kusna tidak meminta hidup mewah. Ia hanya ingin tetap bisa mencari nafkah dan merawat istrinya sebaik mungkin.
Namun hari ini, beban yang dipikul Abah bukan hanya puluhan kilogram dagangan di pundaknya. Ada kebutuhan makan, utang warung, pampers Ema, biaya pengobatan, hingga harapan untuk memiliki gerobak yang layak.
Sahabat, mari bantu Abah Kusna agar tidak harus menghadapi semua ini seorang diri.
Bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Abah dan Ema, kebutuhan pampers, pengobatan Ema, serta membantu Abah memiliki perlengkapan jualan yang lebih layak.
Sedikit bantuan dari kita mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Abah Kusna, itu bisa menjadi alasan untuk terus bertahan dan merawat istrinya.
Yuk, bantu Abah Kusna dan Ema hari ini.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Semoga kakek dan nenek sehat selalu
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung