Lansia Sebatang Kara: Abah Harun Menahan Sakit & Lapar Demi Bertahan Hidup

Lansia Sebatang Kara: Abah Harun Menahan Sakit & Lapar Demi Bertahan Hidup

Rp 490.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
6 Donatur
28 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 16 August 2026 18:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
SERING KENA TIPU! Lansia Penjual Kandang Ayam Sampe Tahan Lapar Karena Gak Ada Uang Buat Beli Makan.

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

14 August 2026

Di Sisa Usianya, Abah Harun Harus Bertahan Seorang Diri


Abah Harun harus menjalani hari-harinya seorang diri tanpa istri dan anak yang dulu menjadi tempatnya bersandar. Tubuh Abah semakin ringkih. Pusing hebat kerap datang tiba-tiba saat ia berjualan, hingga Abah bisa ambruk dan tertidur di pinggir jalan karena menahan rasa sakit. Di usia lanjut, Abah juga mulai mengalami gejala pikun yang membuatnya semakin rentan saat harus menghadapi dunia seorang diri. Dulu, Abah membuat kandang ayam dari anyaman bambu bersama sang istri. Mereka berjalan jauh untuk menjajakannya. Namun setelah istri dan anak kandungnya meninggal dunia, Abah kehilangan orang-orang yang selama ini menemaninya. Kini Abah tinggal seorang diri di rumah seadanya. Karena kandang ayam yang dibuatnya cukup berat untuk diangkat sendiri, Abah hanya bisa membuatnya ketika ada pesanan. Sesekali, kerabat mengantarnya ke pinggir jalan agar Abah bisa menunggu pembeli. Namun tak setiap hari ada yang membeli. Dalam satu bulan, terkadang pesanan hanya datang 2–3 kali. Tak jarang Abah harus menahan lapar dan mengandalkan makanan pemberian tetangga untuk mengisi perut. Yang lebih menyedihkan, kondisi pikun yang mulai dialaminya membuat Abah mudah dimanfaatkan. Beberapa kali kandang yang sudah dibuat berhari-hari dibatalkan sepihak oleh pembeli tanpa dibayar. Di usia senjanya, Abah seharusnya tidak lagi memikul beban hidup sendirian. Mari hadirkan kembali rasa aman dan kehangatan keluarga untuk Abah Harun. Bantuan Anda dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan harian, biaya pengobatan, serta kebutuhan hidup Abah agar ia tidak terus memaksakan tubuh rentanya untuk mencari nafkah.

Klik tombol "Donasi Sekarang"

Masukkan nominal donasi terbaik

Pilih metode pembayaran



Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

 

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

16 August 2026 17:37
Rp 100.000
Amin