DUA HARI DAGANGAN TAK LAKU, Abah Bandi stroke pasrah tahan lapar.
DUA HARI DAGANGAN TAK LAKU, Abah Bandi stroke pasrah tahan lapar.

DUA HARI DAGANGAN TAK LAKU, Abah Bandi stroke pasrah tahan lapar.

Rp 120.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
6
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 16 October 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Kolaborasi Teman Baik
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Separuh Tubuhnya Tak Berfungsi, BANTU LANSIA PENJUAL ARUM MANIS SEMBUH DARI STROKE!

Cerita

08 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Abah Bandi masih harus memikul bakul arumanis sambil berjalan terpincang-pincang demi mencari sesuap nasi. Perjuangan itu terasa semakin berat karena tubuh bagian kanannya tidak lagi berfungsi normal akibat stroke yang pernah dialaminya. Karena tidak memiliki biaya untuk berobat, Abah hanya bisa bertahan dengan kondisi tersebut. Setiap melangkah, kaki Abah sering terasa nyeri dan pegal. Rasa lapar yang harus ditahan seharian pun membuat tenaganya semakin melemah. Namun, jika tidak berjualan, Abah tidak memiliki uang untuk membeli makan.


Setiap hari Abah menawarkan arumanis seharga Rp1.000 kepada siapa saja yang ditemuinya. Sayangnya, dagangannya sering kali tidak dilirik. Bahkan, tak jarang ada yang mengatakan bahwa jajanan yang dijualnya tidak sehat sehingga enggan membeli. Pernah selama dua hari berturut-turut tidak ada satu pun dagangan yang laku. Abah hanya bisa menahan lapar sambil berharap ada orang yang bersedia membeli agar ia bisa membawa pulang sedikit uang untuk bertahan hidup.


Kesedihan Abah semakin terasa ketika suatu hari ia berniat membeli beras menggunakan uang hasil berjualan yang dikumpulkannya selama seminggu. Namun, uang-uang itu ternyata sudah robek dan tidak bisa digunakan. Dengan perasaan malu dan sedih, Abah hanya bisa berharap pemilik warung mau menerimanya. Beruntung, pemilik warung berbaik hati sehingga Abah tetap bisa membawa pulang sedikit beras untuk dimakan.

Meski hidup dalam serba kekurangan, Abah tak pernah memilih meminta-minta di jalan. Baginya, selama tubuhnya masih mampu berjalan, ia ingin tetap mencari nafkah dengan hasil keringatnya sendiri. Harapan Abah sangat sederhana, ia ingin bisa memenuhi kebutuhan makan setiap hari tanpa harus menahan lapar, mendapatkan pengobatan agar kondisi tubuhnya tidak semakin memburuk, serta menjalani masa tua dengan kehidupan yang lebih layak dan penuh ketenangan. Kini, uluran tangan para dermawan menjadi harapan besar bagi Abah Bandi agar ia dapat memperoleh pengobatan, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan menikmati sisa usianya tanpa harus terus memaksakan tubuh renta yang dipenuhi rasa sakit demi mencari rezeki.



Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
sephia
Rp 20.000
09 October 2026, 07:51

bantu doakan lancar pekerjaan serta segala urusan saya dan semoga berkah untuk mereka yg membutuhkan aamiin