Empat dekade bukanlah waktu yang singkat untuk bertahan dalam penderitaan. Namun bagi warga Kampung Merong, Nusa Tenggara Timur, itulah kenyataan hidup yang harus mereka telan. Selama lebih dari 40 tahun, mereka hidup tanpa akses air bersih yang layak. Satu-satunya tumpuan hidup mereka hanyalah sisa air dari sebuah sawah kecil yang kini kian mengering. Dari genangan itulah, seluruh warga harus berbagi untuk kebutuhan minum, memasak, mencuci, hingga sarana ibadah.

Perjuangan untuk mendapatkan setetes air pun sangat menyayat hati. Sejak pukul tiga dini hari, di saat dunia masih terlelap, para warga sudah harus bergegas mengantre jerigen di sumber air. Jika datang terlalu siang, mereka harus pulang dengan tangan kosong karena air sudah habis terbagi. Rata-rata satu keluarga hanya mendapatkan dua hingga tiga jerigen kecil untuk sepanjang hari—jumlah yang sangat jauh dari kata cukup untuk kebutuhan sanitasi dan konsumsi yang sehat.

Kondisi ini semakin parah saat musim kemarau panjang melanda. Penderitaan mereka berlipat ganda karena sawah yang mengering tidak hanya memutus akses air, tapi juga memutus mata pencaharian mereka sebagai buruh tani. Dengan penghasilan yang sangat minim, mustahil bagi mereka untuk membangun fasilitas air bersih secara mandiri. Mereka hanya bisa pasrah, menjaga sisa-sisa air yang ada sambil terus berdoa agar ada tangan-tangan baik yang mendengar rintihan mereka.

Kini, harapan mereka ada di tangan kita. Sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW bahwa sedekah air adalah sedekah yang paling utama, mari kita hadirkan solusi permanen berupa sumur bor dan fasilitas air bersih yang layak. Setiap tetes air yang mengalir dari bantuan Anda akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir meski kita telah tiada. Jangan biarkan warga Kampung Merong menunggu lebih lama lagi, mari wujudkan mimpi mereka untuk memiliki air bersih hari ini juga.