Tak banyak yang tahu, di balik ramainya kawasan kuliner malam, ada seorang kakek renta yang terus berjalan membawa jeruk dagangannya. Namanya Abah Cucu, usia 71 tahun.
Dengan mata yang mulai buram dan tubuh yang semakin lemah, Abah tetap berjualan dari pukul 5 sore hingga hampir tengah malam. Penghasilannya tak menentu, bahkan sering kali hanya cukup untuk membeli sedikit makanan.
Abah hidup bersama istri dan dua anak laki-lakinya yang belum bekerja. Setelah rumahnya terbakar beberapa tahun lalu, keluarga kecil ini belum mampu memiliki rumah kembali. Kini mereka hidup dalam keterbatasan sambil menunggak biaya kontrakan.
Yang paling menyayat hati, Abah tetap memaksakan diri bekerja malam hari meski kondisi kesehatannya menurun. Sebab jika Abah berhenti berjalan dan berjualan, keluarganya mungkin tidak bisa makan.
Hari ini, mari jadi alasan Abah tetap kuat menjalani hidup.
Berapapun bantuan yang diberikan akan sangat berarti.
