Bantu Kakek Penjual Pensil Berjuang Sambung Hidup!

Bantu Kakek Penjual Pensil Berjuang Sambung Hidup!

Rp 40.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
2 Donatur
19 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 01 June 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

Asih Bumi Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
HANYA UNTUNG 700 PERAK! Lansia Penjual Pensil Ditipu Hingga Kehilangan Uang

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

21 May 2026

Tak sedikit lansia di negera ini yang dapat menikmati sisa hidup mereka dengan tenang. Banyak dari mereka yang masih harus berjuang untuk mengais rezeki setiap harinya supaya bisa bertahan hidup di dunia yang keji ini.

 

 

Salah satunya adalah Abah Kandi, seorang lansia penjual pensil yang kini berusia 82 tahun. Setiap hari Abah Bandi berkeliling, menempuh jarak 20 kilometer untuk menjajakan pensil dagangannya.

 

Namun sayang, keuntungan yang beliau peroleh sangat sedikit.

Jika sedang ramai, penghasilan bersih Abah Kandi hanya Rp.17.500. Namun jika sedang sepi, Abah Kandi hanya mendapatkan uang sebanyak Rp.10.000, tapi ini merupakan pendapatan kotor yang belum dikurangi modal. Untung yang beliau dapatkan dari satu pensil yang terjual hanya lah 700 perak.

 

 

Dengan penghasilan yang sangat minim, Abah Kandi dan Mak Dedeh hanya mampu makan dengan lauk seadanya. Bahkan jika Abah Kandi tak mendapatkan penghasilan sama sekali, beliau dan Mak Dedeh terpaksa harus meminjam beras kepada orang lain untuk makan.

 

Karena itu Abah Kandi tetap memaksakan diri untuk berjualan keliling meski sering kali keselamatannya terancam karena pandangannya sudah kabur. Beliau sering sekali hampir tertabrak oleh pengguna kendaraan lainnya ketika sedang berkeliling atau menyebrangi jalanan. Beliau berkata pada istrinya, “Mak, untung Abah masih diselamatkan Allah, tadi hampir ketabrak motor. Mungkin pulang hanya tinggal nama.”

 

 

Hidup sudah sulit dan Abah Kandi harus menghadapi kenyataan pahit. Beliau beberapa kali menjadi korban penipuan. Salah satunya ketika ada seorang pria yang menawarkan tumpangan motor karena tak tega melihat Abah Kandi berkeliling puluhan KM dengan tubuhnya yang renta. Namun.. ternyata pria tersebut malah menghipnotis Abah Kandi dan mengambil semua uang hasil berjualan beliau serta KTP-nya.

 

 

Abah Kandi hanya ingin menikmati sisa hidupnya dengan tenang tanpa harus berjualan keliling lagi untuk bertahan hidup. Beliau ingin melanjutkan usaha menjual jaring ikan dan membuka warung kecil untuk menjadi sumber penghasilan sehari-hari.

 

Teman-teman, mari kita beri Abah Kandi uluran tangan agar beliau bisa menikmati sisa hidupnya dengan tenang dan bantu dengan cara:

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Asih Bumi Insani

29 May 2026
Laporan Penyaluran Abah Kandi

Alhamdulillah, kegiatan penyaluran program “Donasi untuk Abah Kandi” kembali dilaksanakan. Amanah dari para donatur sebelumnya telah membantu Abah Kandi yang dahulu berjualan pensil di jalanan. Berkat bantuan modal usaha yang diberikan, kini Abah dan istrinya dapat membuka warung kecil di rumah dan usaha tersebut masih berjalan hingga saat ini.

Pada penyaluran kali ini, bantuan yang diberikan berupa uang tunai, sembako, serta tambahan modal usaha untuk membantu mengisi kembali dagangan di warung mereka yang sebelumnya banyak rusak dan habis saat istrinya sakit. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Abah dan istrinya agar warung kecil mereka bisa terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun di tengah perjuangan tersebut, Abah Kandi dan sang istri kembali diuji dengan kondisi kesehatan yang menurun. Istri Abah sempat sakit selama kurang lebih dua bulan hingga warung tidak ada yang menjaga. Akibatnya, banyak dagangan yang rusak karena meleleh terkena panas matahari dan sebagian habis dimakan tikus. Tidak hanya itu, istri Abah juga harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 4 hari dengan biaya perawatan mencapai sekitar Rp500.000 per hari atau total kurang lebih Rp2.000.000. Karena keterbatasan ekonomi, biaya tersebut terpaksa dipinjam dari saudara mereka.



Setelah kondisi istrinya membaik, Abah dan istri juga harus kembali mencari modal agar warung bisa berjalan lagi. Demi bertahan hidup, mereka kembali meminjam uang sebesar Rp1.500.000 untuk modal usaha dan kebutuhan sehari-hari. Hingga saat ini, total hutang mereka kepada saudara mencapai sekitar Rp3.500.000 untuk biaya pengobatan dan modal usaha.

Selain kondisi ekonomi yang sulit, Abah Kandi kini juga mengalami penurunan daya ingat dan pendengaran yang semakin berkurang. Menurut sang istri, Abah masih sering pergi meninggalkan rumah karena lupa arah pulang. Saat hal itu terjadi, istrinya harus berkeliling mencari Abah dengan naik ojek ke beberapa tempat. Karena mereka hanya tinggal berdua dan saudara berada cukup jauh, keduanya hanya bisa saling mengandalkan satu sama lain. Bahkan saat istrinya sakit dan dirawat, Abah sempat harus dititipkan sementara ke rumah saudaranya agar tetap ada yang menjaga.

Saat ditanya apa harapan sederhana yang masih mereka inginkan, sang istri dengan mata berkaca-kaca mengatakan bahwa ia ingin sekali bisa berqurban. Sebuah keinginan sederhana yang selama ini belum pernah bisa mereka wujudkan karena keterbatasan ekonomi. Selama hidupnya, mereka mengaku belum pernah mampu untuk berkurban dan hanya bisa melihat orang lain berbagi setiap Hari Raya Idul Adha.

Meski hidup dalam keterbatasan, Abah Kandi dan istrinya tetap berusaha bertahan dan bersyukur karena kini Abah sudah tidak perlu lagi berjualan pensil di jalanan. Warung kecil di rumah menjadi satu-satunya harapan mereka untuk melanjutkan hidup sehari-hari. Terimakasih kepada seluruh donatur dan orang-orang baik yang terus membantu perjuangan Abah Kandi. Semoga setiap kebaikan dibalas dengan keberkahan, kesehatan, dan rezeki yang berlipat ganda oleh Allah SWT. 🤲

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

29 May 2026 18:06
Rp 20.000
Amin
Semoga Allah selalu membantu kakek yah🙏