Selamatkan Nyawa Bu Solimah, Ibu yang Berjuang Melawan Kanker Payudara Ganas

Selamatkan Nyawa Bu Solimah, Ibu yang Berjuang Melawan Kanker Payudara Ganas

Rp 20.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
1 Donatur
29 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 21 May 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

20 May 2026

Setiap hari, Bu Solimah (45 tahun) hidup dalam rasa sakit yang nyaris tak tertahankan. Kanker payudara ganas yang dideritanya telah menghancurkan kedua payudaranya. Luka terbuka, nanah bercampur darah, dan bau menyengat menjadi bagian dari hari-hari yang harus ia hadapi siang dan malam, tanpa jeda.


Dulu, semua bermula dari benjolan kecil sebesar telur di payudara kanan. Karena tak terasa sakit, Bu Solimah mengabaikannya hampir setahun. Hingga suatu hari, benjolan itu membesar, nyeri tak tertahankan mulai datang, dan tubuhnya perlahan melemah. Pemeriksaan dokter akhirnya memastikan: tumor di kedua payudara yang berkembang menjadi kanker payudara ganas (Ca Mammae). Bu Solimah sempat menjalani kemoterapi. Terakhir, ia menyelesaikan kemoterapi ke-6 dari total 8 kali pada Juni 2025. Namun sejak itu, pengobatan terpaksa terhenti selama 6 bulan karena keterbatasan biaya. Akibatnya, kanker yang awalnya berada di payudara kanan kini telah menjalar ke payudara kiri. Kondisinya semakin parah, jaringan payudara membusuk, dan rasa sakitnya kian menyiksa.


Kini, setiap hari Bu Solimah yang merupakan seorang penjual nasi goreng ini harus mengonsumsi 4 tablet obat pereda nyeri, terutama saat malam. Namun sering kali obat itu tak mampu menahan sakit, terlebih saat terjadi pendarahan hebat. Ia hampir tak pernah tidur nyenyak. Dua kali sehari pagi dan sore, lukanya harus dibersihkan menggunakan air infusan agar tidak infeksi. Jika terlambat atau tidak dibersihkan, nyawanya bisa terancam. Dalam kondisi lemah dan penuh rasa takut, Bu Solimah pernah berkata lirih dengan mata berkaca-kaca: “Kalau saya meninggal, siapa yang akan mengingatkan Silvi ngaji?, Siapa yang akan membimbing shalatnya?"


Bu Solimah adalah seorang ibu dari dua anak. Anak bungsunya, Silvi (11 tahun), masih duduk di bangku kelas 5 SD dan masih sangat membutuhkan kehadiran seorang ibu.

Selama ini, perawatan Bu Solimah sepenuhnya dibantu oleh suaminya, Pak Khosirin. Setiap kali terjadi pendarahan, suaminya harus menyumbat luka dengan perban. Setiap hari pula, ia membersihkan luka kanker istrinya dengan tangan sendiri menahan bau, menahan ngeri, dan menahan tangis. Untuk perawatan harian Bu Solimah saja, dibutuhkan sekitar Rp700.000 per bulan untuk air infusan, perban, sarung tangan, plester, tisu, dan obat pereda nyeri. Belum termasuk biaya kontrakan, listrik, dan biaya hidup keluarga.

BPJS yang sebelumnya digunakan pun kini tak bisa dipakai karena tunggakan iuran sekitar Rp1.000.000. Sementara untuk perjalanan berobat dari Bandung ke rumah sakit rujukan di Semarang, dibutuhkan sekitar Rp2.000.000 sekali pulang-pergi, dan itu harus dilakukan hingga 4 kali dalam sebulan.


Tanah, motor, perhiasan semua telah dijual demi pengobatan Bu Solimah. Bahkan hutang ke tetangga pun sudah menumpuk. Pengobatan terhenti bukan karena menyerah, tapi karena keluarga ini benar-benar kehabisan kemampuan.

Sahabat Kebaikan, setiap hari yang berlalu tanpa pengobatan adalah ancaman nyata bagi nyawa Bu Solimah. Ia masih ingin hidup. Ia masih ingin membersamai anaknya tumbuh.

Mari kita hadir sebagai harapan untuk Bu Solimah. Bantuan yang kita berikan akan digunakan untuk, melanjutkan pengobatan dan kemoterapi Bu Solimah, membantu biaya operasional ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan medis harian. Mari bersama selamatkan nyawa Bu Solimah.


  • Klik “DONASI SEKARANG”;
  • Masukkan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via e-mail


 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari campaign dan program Semua Berhak Nyaman. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

20 May 2026 18:46
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik