"Kalau saya berhenti jualan, mau makan dari mana?" Kalimat itu terucap pelan dari Pak Nurdin, seorang penjual kaligrafi keliling berusia 61 tahun yang setiap hari berjuang melawan rasa sakit demi keluarganya. Sudah lebih dari 20 tahun Pak Nurdin menghabiskan hidupnya berkeliling menjajakan kaligrafi dari satu jalan ke jalan lain di Kota Bandung. Di pundaknya tergantung puluhan kaligrafi yang menjadi satu-satunya harapan untuk membawa pulang rezeki. Namun hari ini, perjuangan itu terasa jauh lebih berat. Kaki Pak Nurdin tak lagi sekuat dulu. Rematik dan asam urat yang dideritanya membuat setiap langkah terasa menyakitkan. Bahkan di beberapa kesempatan, beliau terpaksa menyeret dagangannya karena rasa nyeri yang sudah tak tertahankan. Di kampung halamannya di Garut, ada istri yang sedang sakit akibat kecelakaan saat bekerja di sawah. Ada pula anak-anak yang masih membutuhkan dukungan darinya. Sebagai seorang ayah, Pak Nurdin masih ingin membantu keluarganya. Namun keadaan justru membuatnya semakin terhimpit. Keuntungan dari satu kaligrafi yang terjual hanya sekitar Rp4.000 hingga Rp6.000. Sementara tidak setiap hari ada pembeli yang datang. Tak jarang Pak Nurdin berkeliling dari pagi hingga malam tanpa membawa satu pun hasil penjualan. Kini kondisi kesehatannya semakin menurun. Dalam beberapa hari terakhir, rasa sakit di kakinya membuat Pak Nurdin tidak mampu berjualan seperti biasa. Sementara itu, kebutuhan hidup terus berjalan dan utang terus bertambah. Di tengah segala keterbatasan yang ada, Pak Nurdin hanya memiliki satu harapan sederhana: bisa berobat agar kembali sehat dan mampu mencari nafkah tanpa harus menahan rasa sakit setiap hari. Mari bersama menjadi bagian dari harapan Pak Nurdin. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk membantu biaya pengobatan, kebutuhan hidup sehari-hari, serta meringankan beban utang yang selama ini menghimpit kehidupannya. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi jalan bagi Pak Nurdin untuk kembali bangkit, dan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir untuk kita semua.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
