Di usianya yang telah menginjak 95 tahun, sebagian besar orang tentu sudah beristirahat tenang di rumah. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Abah Abas (atau Kakek Abas). Beliau masih setia mengayunkan langkah kaki tuanya, menyusuri gang-gang sempit kampung demi mengais rezeki yang halal.

Dahulu, selama puluhan tahun Abah dikenal sebagai pedagang gorengan keliling. Namun, seiring bertambahnya usia, asap kompor mulai membuat dadanya sesak dan tangannya gemetar saat memegang wajan. Tak ingin menyerah pada keadaan, Abah Abas beralih menjadi pedagang sayur keliling demi terus menyambung hidup bersama istri tercintanya.
Setiap subuh, Abah sudah berada di pasar untuk memilih sayuran segar. Ketika tidak memiliki modal sama sekali, Abah terpaksa meminjam atau mengambil sayuran terlebih dahulu dari pedagang pasar untuk dijualkan kembali. Beliau tidak punya pilihan lain untuk berhenti bekerja, sebab ada biaya sewa kontrakan harian dan makan bersama istri yang wajib ia penuhi.
Dengan gerobak kecilnya, Abah mendorong keranjang sayur dari rumah ke rumah. Rasa nyeri dan sakit di kedua kakinya kerap kali datang menyerang di tengah jalan. Namun, Abah memilih untuk tetap tersenyum ramah menyapa pelanggan.
"Kalau Abah cuma diam saja di rumah, badan malah sakit. Tapi kalau Abah jalan jualan, Abah merasa hidup," bisik Abah Abas dengan senyum tulusnya.
Semangat Abah Abas memang jauh melampaui usianya. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa fisik tuanya yang hampir menyentuh satu abad kini mulai mencapai batas kemampuan. Langkahnya makin melambat, dan dorongan gerobaknya terasa makin berat.

Di sisa usia senjanya, Abah Abas menyimpan satu harapan sederhana yang amat mendalam. Beliau sangat mendambakan modal usaha sendiri untuk berjualan di rumah. Abah ingin memiliki warung kecil agar tubuh tuanya tidak perlu lagi dipaksa berjalan jauh di jalanan, sehingga ia bisa menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dan merawat istri tercintanya dengan tenang.
#OrangBaik, ketulusan dan keteguhan hati Abah Abas di usia 95 tahun adalah teladan besar bagi kita semua. Mari kita apresiasi kerja keras beliau dengan memberikan masa tua yang lebih layak, tenang, dan sejahtera di rumah.
Kami dari Yayasan Jejak Binar Harapan mengajak Anda semua untuk bersama-sama membantu mewujudkan modal usaha rumahan mandiri serta memenuhi kebutuhan pokok harian Abah Abas dan istrinya.