HIDUP SEBATANG KARA! Pak Herman Harus Berjuang Sendirian Melawan Penyakit Diabetes, Jantung, dan Ginjal
HIDUP SEBATANG KARA! Pak Herman Harus Berjuang Sendirian Melawan Penyakit Diabetes, Jantung, dan Ginjal

HIDUP SEBATANG KARA! Pak Herman Harus Berjuang Sendirian Melawan Penyakit Diabetes, Jantung, dan Ginjal

Rp 90.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
3
Tercapai
0%
Sisa waktu
41 hari

Diperbarui 21 October 2026, 08:16 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi

Cerita

20 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Pak Herman (44 tahun) tukang ojek separuh baya sebatang kara yang tinggal di sebuah pos alakadarnya selama tiga tahun. Ia tidur beralaskan karpet, tanpa kasur, dan harus mengandalkan kebaikan orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah berpisah dengan istri dan anaknya, Pak Herman menjalani hidupnya sendirian termasuk ketika kondisi kesehatannya memburuk dan ia harus menjalani pengobatan.


Pak Herman juga menderita diabetes yang menyebabkan kaki kirinya diamputasi lima tahun lalu. Ia juga memiliki penyakit jantung dan ginjal, serta luka di kaki kanannya akibat tertusuk paku. Dalam dua bulan terakhir, ia harus menjalani cuci darah dua kali seminggu dan bolak-balik ke rumah sakit untuk pengobatan lainnya. Namun, tidak semua obat yang dibutuhkan ditanggung BPJS. Ketika tidak mampu membelinya, Pak Herman terpaksa menahan sakit karena keterbatasan biaya.

Sebelum menjadi pengemudi ojek online, ia bekerja sebagai kurir suku cadang. Kini, penghasilannya tidak menentu, bahkan terkadang ia harus menjadi tukang parkir dengan upah sekitar Rp10.000 atau bahkan kurang. Untuk makan, ia sering berutang terlebih dahulu ke warteg, sementara tagihan yang belum terbayar terus membuatnya bingung. Biaya BPJS yang harus dibayar setiap bulan pun terkadang tidak sanggup ia penuhi.

Dahulu sebelum motor yang ia cicil dicuri oleh temannya sendiri sementara cicilannya masih harus ia bayar, Pak Herman mengandalkan sepeda motor untuk mencari nafkah. Kini, jika ingin kembali mengojek, ia harus menyewa motor dengan biaya Rp100.000 per hari. Keterbatasan fisiknya juga membuat Pak Herman sering menerima pembatalan dari penumpang karena melihat kaki palsunya. Akibat kakinya pula, Pak Herman jatuh saat mengantarkan makanan. Namun dengan segala kesulitan itu, Pak Herman tetap ingin berusaha.

Mari bantu Pak Herman agar tidak harus menghadapi perjuangan ini seorang diri. Donasi yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan, biaya pengobatan, dan kebutuhan hidupnya selama menjalani perawatan. Uluran tangan kita juga dapat menjadi dukungan bagi Pak Herman untuk terus berjuang menjalani pengobatan dan membangun kembali kehidupannya dengan lebih layak.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
21 October 2026, 08:16

Jadi #SirkelBaik

Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.

Gabung