IBU SAKIT PARAH, hingga Anak Berhenti Sekolah! Bantu Juang Ibu Penjual Tisu

IBU SAKIT PARAH, hingga Anak Berhenti Sekolah! Bantu Juang Ibu Penjual Tisu

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 07 September 2025 01:44 WIB

Penggalang Dana

Global Hadaf Foundation

Komunitas/Gerakan Sosial

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

29 July 2025

Setiap hari, Bu Riyani Rustin berjalan kaki berjualan tisu keliling—menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan sedikit uang demi pengobatan sang ibu, Bu Tintin (68 tahun). Dalam kondisi sulit, ia tak menyerah. Ia tetap bertahan, menjaga ibunya, dan terus mencari cara agar sang ibu bisa mendapat perawatan yang layak.

Beberapa bulan lalu, Bu Tintin mendadak pingsan saat subuh. Ia dilarikan ke IGD dan didiagnosa demam berdarah serta gula darah tinggi. Setelah dua hari dirawat, hasil rontgen menunjukkan adanya TB paru, meski tanpa batuk. Kondisinya semakin melemah. Berat badannya terus menurun, hingga hasil USG menunjukkan bahwa ia juga menderita TB kelenjar usus dan pembengkakan saluran ginjal.

Bu Tintin telah menjalani pengobatan jalan selama 9 bulan. Dokter menyarankan operasi, namun kondisinya masih terlalu lemah.

Tubuhnya terus menyusut akibat penyakit yang dideritanya, dan belum cukup kuat untuk menjalani tindakan medis besar.

Dalam segala keterbatasan, Bu Riyani tetap merawat ibunya sepenuh hati. Ia tidak bisa bekerja tetap karena ibunya tak bisa ditinggal. Penghasilannya hanya berasal dari menjual tisu keliling, itu pun bukan miliknya sendiri.

“Ibu udah nggak bisa ditinggalin, saya nggak bisa kerja, neng. Ini juga jualan tisu punya tetangga kecil banget dapetnya, tapi saya jalanin aja buat ongkos ibu berobat.”

Di rumah kontrakan sederhana, Bu Riyani tinggal bertiga: dirinya, sang ibu, dan anaknya yang kini berhenti sekolah karena tidak ada biaya. Sering kali, mereka harus menahan lapar, bahkan lima kali sudah mereka diusir karena tak mampu membayar sewa.

“Saya udah lima kali diusir karena nggak bisa bayar kontrakan, semoga di sini nggak diusir lagi.”

Keteguhan Bu Riyani tak pernah luntur. Ia terus berusaha agar ibunya tetap bisa makan, tetap bisa berobat, dan tetap bisa hidup dengan layak. Namun semua itu kini sangat berat untuk ia tanggung sendiri.

 

Bantu dengan cara:

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

 

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik