Diperbarui 25 September 2026, 03:00 WIB
Di usia senjanya, Pak Asep masih berjalan menyusuri tempat ramai untuk menawarkan jasa pijat keliling. Selama 9 tahun, penghasilannya hanya sekitar Rp10.000 sehari, itu pun masih dipotong untuk membeli minyak urut.
Tak jarang, Pak Asep pulang tanpa pelanggan. Saat lapar, beliau memilih menahan perut daripada berutang. Bahkan, pernah mengikat perutnya dengan sabuk agar rasa lapar sedikit tertahan.
Pak Asep kini hidup sebatang kara dan tak memiliki tempat tinggal. Sejak mengalami stroke saat menjadi sopir angkot, beliau kehilangan pekerjaan dan akhirnya berpisah dengan istri. Anak pun ikut bersama ibunya.
Setiap malam, Pak Asep tidur di angkot atau depan ruko. Tas menjadi bantal, sementara sarung tipis menjadi selimut.
Kemampuan bicaranya yang belum pulih juga membuat sebagian calon pelanggan salah memahami kondisinya. Meski begitu, Pak Asep tetap berusaha bekerja dan menerima bayaran seikhlasnya.
Kini, beliau hanya ingin punya tempat untuk pulang dan melanjutkan pengobatan. Teman Baik, yuk bantu Pak Asep memiliki tempat tinggal yang layak dan melanjutkan pengobatannya. Sedikit bantuan kita bisa menjadi tempat pulang untuknya.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Pak asep tetap semangat meskipun saya ganisa kasih banyak semoga sedikit demi sedikit teman2 yang lain juga membantu
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung