Diperbarui 17 October 2026, 03:00 WIB
Usia 16 Tahun, Ical Berjualan Kerupuk Sambil Berjuang dengan Keterbatasan Fisik
Di usia 16 tahun, saat anak-anak lain seusianya bisa bersekolah dan menikmati masa remaja, Ical justru harus menghabiskan hari-harinya berjualan kerupuk demi membantu ibunya.
Ical tinggal berdua dengan sang ibu di Bojong Sempur, Bandung Barat. Sejak usianya baru 4 bulan, ayahnya sudah meninggalkan mereka. Sejak saat itu, Ical tumbuh bersama ibunya yang berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ical memiliki kelainan pada kakinya yang membuatnya tidak bisa berdiri dan berjalan seperti anak-anak lainnya. Untuk berjualan, Ical menggunakan skateboard sebagai alat bantu mobilitasnya.

Setiap hari, mulai pukul 08.00 pagi hingga 17.00 sore, Ical berkeliling menjajakan kerupuk. Kerupuk yang dijualnya berasal dari tetangga dengan sistem setoran. Dari setiap kerupuk yang terjual, Ical hanya mendapat keuntungan sekitar Rp1.500–Rp2.000. Itu pun kalau dagangannya laku. Kalau sepi pembeli, penghasilannya tentu tidak menentu.

Bagi Ical, berjualan bukan sekadar mencari uang. Ada kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi, sementara ia dan ibunya hidup dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Keadaan Ical juga membuatnya harus kehilangan kesempatan untuk bersekolah.
Ical pernah berusaha mencari sekolah yang mau menerimanya. Namun, ia berkali-kali mengalami penolakan saat ingin mendaftar ke SLB. Biaya pendidikan yang tidak sanggup dipenuhi keluarganya juga menjadi hambatan besar. Akhirnya, Ical harus putus sekolah, meskipun ia masih punya keinginan untuk kembali belajar seperti anak-anak lainnya.
Sementara itu, sang ibu bekerja sebagai buruh konveksi dengan penghasilan yang sangat terbatas, sekitar Rp25 ribu per minggu. Penghasilan tersebut tentu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Beban keluarga Ical semakin berat karena mereka memiliki utang sekitar Rp9 juta kepada rentenir. Hingga kini, utang tersebut belum mampu dilunasi dan membuat mereka terancam kehilangan rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka.
Di tengah berbagai kesulitan itu, Ical tetap berusaha membantu ibunya dengan berjualan. Meski memiliki keterbatasan fisik dan harus menjalani hidup yang tidak mudah, Ical masih menyimpan harapan untuk masa depannya.
Ical ingin bisa kembali bersekolah. Ia juga punya cita-cita besar, yaitu memiliki pabrik kerupuk sendiri suatu hari nanti.
Yuk, bantu Ical supaya punya kesempatan untuk sekolah lagi dan terus mengejar cita-citanya.
Lewat bantuan yang kamu berikan, kita bisa membantu meringankan beban utang keluarganya, mendukung pendidikan Ical, serta membantu mengembangkan usaha kerupuknya agar ia punya kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Buat kita, mungkin bantuan kecil terasa sederhana. Tapi buat Ical, bantuan itu bisa menjadi jalan untuk kembali belajar, membantu ibunya, dan menjaga rumah mereka agar tetap punya tempat untuk pulang.
Donasi sekarang, bantu Ical kembali mengejar mimpinya!
Klik tombol Donasi Sekarang.
Masukkan nominal donasi yang ingin Anda berikan.
Pilih metode pembayaran yang nyaman (GO-PAY, Dompet Kebaikan, BCA, BNI, BNI Syariah, BRI, Mandiri, Kartu Kredit).
Anda akan menerima laporan donasi langsung melalui email.
Setiap kontribusi Anda, sekecil apa pun, akan membuat perbedaan besar bagi kehidupan mereka. Ayo bergerak bersama, bantu para difabel di seluruh nusantara!

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung