Usia 78 Tahun Jual Mie Demi Obati Sakit Tulang
Usia 78 Tahun Jual Mie Demi Obati Sakit Tulang

Usia 78 Tahun Jual Mie Demi Obati Sakit Tulang

Rp 1.595.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
55
Tercapai
5%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 24 October 2026, 06:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

08 September 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usianya yang telah menginjak 78 tahun, Abah Amir harus menelan duka di tengah keterbatasan fisik yang kian menggerogoti tubuh rentanya. Lansia ini menggantungkan hidupnya dengan berjualan mie lidi dan makaroni goreng hasil olahannya sendiri. Demi mengais rezeki, empat hari dalam seminggu mulai sore hingga larut malam Abah nekat bertaruh tenaga menjajakan dagangannya di tengah keramaian. Pahitnya lagi, untuk mencapai tempat berdagang saja Abah harus menyisihkan ongkos becak yang amat besar, yakni 70 ribu rupiah sekali jalan. Angka yang teramat berat bagi seorang lansia yang penghasilannya amat menentu dan sering kali tak sanggup menutup biaya operasional tersebut.

IMG_8753.JPGPenderitaan Abah Amir kian menyayat hati akibat penyakit tulang di kaki yang diidapnya sejak tahun 2023 lalu. Penyakit mengerikan ini membuat kedua kakinya tak bisa lagi diluruskan, bahkan memadamkan kemampuannya untuk berjalan secara total. Keterbatasan fisik ini membuat mobilitas harian Abah di rumah kontrakan sempitnya menjadi sebuah siksaan nyata. Untuk sekadar pergi ke kamar mandi, Abah harus merangkak di atas lantai, memasrahkan sarungnya basah kuyup tersapu air kotor. Rasa malu pada tetangga serta rasa lelah yang teramat sangat tak jarang membuat Abah terpaksa membuang air kecil di celana karena tak sanggup lagi merangkak menuju toilet.

IMG_8736.jpg

Kejamnya perjuangan di jalanan pun kerap menghampiri fisik Abah Amir yang kian rapuh. Karena keterbatasan kakinya, Abah pernah jatuh terjungkal di tempat berjualan. Ketika rasa nyeri luar biasa menyerang kakinya di tengah riuk-pikuk keramaian atau saat hujan deras menerpa, Abah hanya bisa menahan sakit seorang diri sembari berteduh di balik tenda-tenda darurat. Duka kian lengkap karena Abah dan adiknya kini terancam kehilangan tempat bernaung. Sewa kontrakan sebesar 450 ribu rupiah per bulan telah menunggak hingga dua bulan karena uang hasil berjualan tak pernah mencukupi, sementara pengobatan medis untuk kakinya hanyalah impian semu yang tak terjangkau.

IMG_8826.jpg

Di balik rasa sakit yang terus ditahannya dan kepasrahan menjalani hari, Abah Amir memendam asa sederhana yang amat mendalam: beliau sangat merindukan kesembuhan agar bisa kembali berjalan normal seperti dahulu kala. Beliau merindukan pengobatan medis yang layak untuk penyakit tulangnya, pelunasan tunggakan kontrakan agar tak terancam terusir, serta modal usaha yang lebih stabil demi memuliakan senja usianya. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk menghentikan penderitaan Abah Amir, membawanya ke penanganan medis yang tepat, dan menghadirkan kehidupan yang jauh lebih bermartabat.


Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Pengobatan Medis Tulang Kaki, Pelunasan Tunggakan Rumah, dan Modal Usaha Layak Bagi Abah Amir!

Klik “DONASI SEKARANG” : 

Masukkan nominal donasinya :

Pilih metode pembayaran : 

Dapatkan laporan via e-mail : 

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Mami
Rp 25.000
24 September 2026, 08:09