Di usianya yang telah menginjak 73 tahun, Abah Mahad seharusnya bisa beristirahat menikmati masa tuanya. Namun, beliau harus tetap melangkah menjadi satu-satunya tulang punggung bagi istri dan kedua cucunya yang masih berumur 8 dan 13 tahun. Sejak sang ibu meninggal dunia saat cucu kedua masih bayi dan ditinggalkan begitu saja oleh sang ayah, kedua anak yatim ini sepenuhnya bergantung pada Abah. Demi menyambung hidup dan membiayai sekolah mereka, Abah rela memikul beban berat peralatan bandros seberat 50 kg dan berjalan kaki menyusuri jalanan lebih dari 10 kilometer setiap hari. Beban puluhan kilo yang dipikulnya bertahun-tahun kini telah membuat postur tubuh Abah kian membungkuk dan fisiknya yang makin merenta kerap membuatnya jatuh tersungkur di jalanan.

Keringat yang mengucur deras dari tubuh renta Abah sering kali tak berbanding lurus dengan hasil yang didapat. Dijual hanya seribu rupiah per buah, Abah biasanya membawa pulang keuntungan bersih yang tak seberapa, setelah dipotong ongkos pulang-pergi sebesar 20 ribu rupiah. Jika hujan turun, Abah terpaksa bertahan hingga malam hari di bawah guyuran dingin. Lebih menyedihkan lagi ketika dagangannya sepi; adonan yang tersisa terpaksa dibuang atau dimakan sendiri hanya untuk mengganjal perut yang lapar. Jika Abah jatuh sakit atau tak ada uang yang bisa dibawa pulang, sang istri terpaksa berutang ke tetangga demi memastikan cucu-cucu mereka bisa tetap mengisi perut. Bahkan, saat hujan deras mengguyur rumah sederhana milik mereka, Abah hanya bisa pasrah melihat atap rumahnya bocor karena tak memiliki biaya untuk memperbaikinya.

Penderitaan Abah di jalanan tak berhenti pada sepinya pembeli. Selama lebih dari 10 tahun berjualan, Abah kerap menjadi korban kejahatan jalanan, termasuk tiga kali ditipu menggunakan uang palsu pecahan 50 hingga 100 ribu rupiah—nominal yang sangat besar bagi kelangsungan hidup keluarganya. Duka Abah kian bertambah saat gerobak pikulannya rusak parah akibat tertimpa sepeda motor, di mana ganti rugi yang minim membuat Abah terpaksa berutang demi bisa membetulkan alat usahanya. Tak jarang pula, uang yang tersisa sama sekali tak cukup untuk ongkos pulang, hingga Abah harus menahan malu meminjam uang kepada sesama pedagang agar bisa kembali ke rumah.

Di balik deretan ujian yang menghimpit, alasan utama yang membuat Abah Mahad terus bangkit adalah pendidikan kedua cucunya. Beliau tak ingin anak-anak yatim yang selalu meraih peringkat 10 besar di sekolahnya ini harus putus sekolah dan mengubur mimpi mereka. Namun, di batas kekuatannya saat ini, Abah merasa ragu apakah fisiknya yang kian ringkih sanggup membiayai sekolah mereka hingga jenjang SMA. Mari ulurkan tangan kita untuk meringankan beban di pundak renta Abah Mahad. Bantuan kita akan sangat berarti untuk pemenuhan kebutuhan pokok, perbaikan rumah, bantuan pendidikan kedua cucunya, serta modal usaha yang lebih layak agar Abah tak perlu lagi memikul beban 50 kg di usia senjanya.
Mari Alirkan Kebaikan! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Pengobatan, Bantuan Biaya Pendidikan Cucu, Pemenuhan Kebutuhan Hidup, serta Modal Usaha Layak bagi Abah Mahad! Klik BANTU SEKARANG!
- Klik “DONASI SEKARANG” :
- Masukkan nominal donasinya :
- Pilih metode pembayaran :
- Dapatkan laporan via e-mail :

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGO yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com