Di usia 13 tahun, Agus seharusnya sedang asyik bermain dan belajar di sekolah. Namun, kenyataan pahit merenggut masa kecilnya. Agus bahkan tidak tahu nama lengkap atau usianya sendiri karena sejak kecil tak pernah merasakan bangku sekolah akibat kemiskinan. Keadaan kian menyedihkan setelah sang ibu meninggal dunia, dan dua adiknya terpaksa diadopsi orang lain karena keluarga tak mampu memberi makan. Kini, Agus tinggal berdua dengan ayahnya, Pak Saripudin, di sebuah gubuk tidak layak di pinggir sawah warga.

Penderitaan keluarga ini bermula saat Pak Saripudin menjadi korban tabrak lari yang menyebabkan kaki kanannya lumpuh total dan pinggangnya membengkak hebat. Tanpa pengobatan medis yang layak, sang ayah hanya bisa berjalan tertatih menggunakan tongkat kayu buatan sendiri. Kehilangan kemampuan bekerja, tanggung jawab mencari nafkah kini sepenuhnya berada di pundak Agus. Ia berkeliling menjajakan siomay kering mini, meski seringkali harus berhenti jualan karena modalnya habis terpakai untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari.

Hidup di gubuk yang jauh dari pemukiman membuat akses mereka sangat terbatas. Di dalam bangunan rapuh itu, seringkali tak ada aroma masakan. Agus dan ayahnya lebih sering menahan lapar dan hanya meminum air putih untuk bertahan hidup. Peralatan rumah seperti tabung gas pun sudah habis terjual demi menyambung nyawa. Kondisi keuangan yang hancur membuat Agus tumbuh menjadi anak yang sangat pemalu dan sulit bersosialisasi, ia terasing dari dunia luar karena beban hidup yang terlalu berat.

Sahabat Kebaikan, Agus menyimpan mimpi besar di balik diamnya. Ia ingin sekali bisa sekolah, mengobati kaki ayahnya agar bisa berjalan normal kembali, dan memiliki rumah yang aman untuk berteduh. Mari kita tunjukkan bahwa Agus tidak berjuang sendirian. Uluran tangan Anda adalah harapan bagi Agus untuk melihat masa depan dan memberikan kehidupan yang layak bagi ayahnya. Jangan biarkan mimpi Agus terkubur di gubuk sawah, mari donasi sekarang.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hallo, Sobat Berdampak!
The Power of Kindness merupakan program dari Ayo Kita Peduli yang bertujuan untuk membuktikan bagaimana kekuatan dari sebuah uluran tangan kebaikan satu orang dapat berdampak besar ke hidup orang lain. Bantuan ini tidak hanya membuat mereka bahagia saja, tetapi juga menjdi sebuah rasa syukur besar karena mereka dapat pengakuan bahwa mereka berhak untuk dirayakan dan hidup layak tanpa syarat apapun. Dengan ini, kami berharap kita semua dapat memberikan uluran tangan kebahagiaan lebih banyak lagi dan tak terbatas. Mereka yang berhak menerima bantuan ini adalah mereka yang tidak sempat mengeluh untuk capeknya hidup.
Sekali lagi, Alhamdulillah kebaikan-kebaikan ini sudah tersampaikan dengan baik dan amanah. Terima kasih atas kasih uluran tangan yang tidak pernah habis.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli