Juang Lansia Difabel Penjual Kerupuk Menyambung Hidup

Juang Lansia Difabel Penjual Kerupuk Menyambung Hidup

Rp 200.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
4 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 30 May 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
THE POWER OF KINDNESS

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

29 April 2026

Di usia 59 tahun, Mak Nonok menjalani hidup dengan keterbatasan fisik sejak lahir. Ia adalah seorang lansia difabel. 

Namun keterbatasan itu tak pernah membuatnya lemah atau bergantung pada belas kasihan siapa pun.

 

 

Setiap pagi, Mak Nonok bangun lebih awal. Dengan kondisi fisik yang terbatas, ia menyiapkan jajanan kue kering untuk dijajakan keliling. 

Dari pagi hingga siang, ia berjualan Kue Kering dari satu tempat ke tempat lain sejauh kurang lebih 3km. 

 

 

Penghasilannya pun tidak menentu kadang hanya Rp50.000, kadang bisa mencapai Rp80.000 jika dagangannya laku dan tu penghasilan kotor belum dipotong untuk modal pembuatan Kue keringnya. Tak jarang, Mak Nonok pulang dengan hasil yang sangat minim.

 

 

Mak Nonok tidak hidup sendirian. Ia tinggal bersama kakak kandungnya, Mak Aning, 73 tahun. Sejak kecil, Mak Aning lah yang merawat Mak Nonok, terutama sejak kedua orang tua mereka meninggal dunia.

 

“Dulu waktu Nonok masih bayi, banyak orang yang menghina fisiknya. Katanya anak seperti ini cuma bakal nyusahin hidup, buang aja kesungai” ujar Mak Aning lirih.

 

 

Bahkan sekarang pun saat Mak Nonok sedang berjualan tak sedikit yang menatap fisiknya penuh dengan sinis, bahkan ada juga anak kecil yang berceletuk, “ Sibuntung….” Ungkap Mak Nonok dengan kecewa namun yang ngomong Anak kecil jadi Ia Pun tak bisa apa-apa.

 

 

Meski demikian kasih sayang Mak Aning tak pernah pudar. Hingga kini, di usia senjanya, ia tetap menjadi satu-satunya keluarga yang merawat dan menemani Mak Nonok di sebuah rumah sempit peninggal kedua Orang tuanya.

 

Di tengah perjuangannya memenuhi kebutuhan sehari-hari, hati Mak Nonok justru tetap terbuka untuk orang lain. Saat mendengar kabar saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Sumatra, Mak Nonok merasa sangat sedih. Ia tahu betul rasanya hidup dalam keterbatasan dan kehilangan.

 

Tanpa banyak bicara, Mak Nonok melakukan hal kecil namun penuh makna. Di lapak jualannya, ia menuliskan sebuah pesan sederhana 

 “Sebagian hasil penjualan akan disisihkan untuk korban bencana di Sumatra.”

 

 

Meski penghasilannya pas-pasan, Mak Nonok tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah. Baginya, berbagi bukan soal seberapa besar yang dimiliki, tetapi seberapa tulus niat di dalam hati.

 

“Kalau kita masih bisa bantu orang lain, berarti Allah SWT masih kasih kita kemampuan,” ucap Mak Nonok pelan.

 

Dengan fisik terbatas, Mak Nonok tetap berjualan keliling demi kakaknya dan Demi sebuah kepedulian untuk membantu para Korban bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh dan Sumatera.

 

 “Kalau bukan saya yang keluar cari uang, siapa lagi? Mak Aning sudah tua. Kasihan kalau masih harus bekerja,” ujarnya.

 

Mak Nonok tidak memiliki suami, tidak memiliki anak. Dalam hidupnya, hanya Mak Aning yang ia miliki.

 

 “Saya cuma punya Mak Aning. Tidak punya siapa-siapa. Saya sayang banget sama Mak Aning,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

 

 

Hari ini, Mak Nonok memiliki satu harapan sederhana: memiliki motor roda tiga agar ia bisa berbelanja bahan dagangan, berjualan keliling, dan beraktivitas dengan lebih aman serta layak.

 

Mari kita bantu Mak Nonok seorang lansia difabel yang di tengah keterbatasannya masih sanggup bekerja, berbagi, dan mengajarkan kita arti kepedulian yang sesungguhnya.

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Tidak hanya berdonasi, kalian juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan mereka.

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

 

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

12 May 2026
The Power Of Kindness Tahap 1

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


The Power of Kindness merupakan program dari Ayo Kita Peduli yang bertujuan untuk membuktikan bagaimana kekuatan dari sebuah uluran tangan kebaikan satu orang dapat berdampak besar ke hidup orang lain. Bantuan ini tidak hanya membuat mereka bahagia saja, tetapi juga menjdi sebuah rasa syukur besar karena mereka dapat pengakuan bahwa mereka berhak untuk dirayakan dan hidup layak tanpa syarat apapun. Dengan ini, kami berharap kita semua dapat memberikan uluran tangan kebahagiaan lebih banyak lagi dan tak terbatas. Mereka yang berhak menerima bantuan ini adalah mereka yang tidak sempat mengeluh untuk capeknya hidup.

Sekali lagi, Alhamdulillah kebaikan-kebaikan ini sudah tersampaikan dengan baik dan amanah. Terima kasih atas kasih uluran tangan yang tidak pernah habis.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

01 May 2026 14:08
Rp 30.000
Amin
Semoga kita selalu dimudahkan