Juang Ayah Penjual Mainan Dengan Kondisi Lumpuh Demi Hidupi Keluarga
Juang Ayah Penjual Mainan Dengan Kondisi Lumpuh Demi Hidupi Keluarga

Juang Ayah Penjual Mainan Dengan Kondisi Lumpuh Demi Hidupi Keluarga

Rp 91.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
4
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 25 April 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadhan

Cerita

25 March 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Terlihat seorang pria paruh baya berjalan tertatih dengan bantuan tongkat, menjajakan mainan di pinggir jalan. Namanya Pa Janidin. Ia adalah penyandang disabilitas yang berjuang setiap hari demi mencari nafkah halal, meski kedua kakinya tak lagi bisa berdiri sejak mengalami kecelakaan parah di tahun 2004.

 

Dulu, ia terjatuh dari pohon saat mengambil buah. Cedera di bagian punggung dan tulang ekor membuatnya harus menjalani operasi berkali-kali, hingga akhirnya tak bisa berjalan normal. Kini, ia hidup di Bekasi bersama istri tercinta dan mengandalkan jualan mainan serta jasa pijat keliling untuk bertahan hidup.

Modalnya kecil. Keuntungan jualan hanya sekitar Rp4.000 per mainan. Dalam sehari, kadang hanya laku satu atau dua. Seringkali, ia pulang tanpa membawa uang sepeser pun. Untuk panggilan pijat pun tidak selalu ada. Bayarannya seikhlasnya, kadang Rp20.000, kadang tidak dibayar sama sekali.

 

Biaya hidup di kota besar seperti Bekasi sangat berat. Untuk makan, kontrakan, listrik, air, dan sampah, totalnya bisa lebih dari Rp2,5 juta setiap bulan. Pa Janidin dan istrinya bahkan pernah tidak makan selama dua hari karena tak ada uang.

 

Namun, di balik segala kesulitan itu, Pa Janidin tetap tersenyum. Ia tidak pernah menyerah. Ia yakin, ini semua adalah rencana terbaik dari Allah.

Kini, Pa Janidin hanya ingin bisa bertahan hidup lebih layak. Ia punya dua harapan sederhana: bisa berjualan es teh agar lebih laku, dan memiliki motor roda tiga agar lebih mudah berjualan dan menerima panggilan pijat.

Sobat Berdampak, di tengah keterbatasan fisik dan himpitan ekonomi, Pa Janidin memilih untuk tetap berjuang. Jika kamu punya sedikit rezeki lebih, yuk bantu Pa Janidin dengan cara berikut:

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
  4. Dapatkan Laporan Via Email

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

 

*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
22 July 2026

Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hallo, Sobat Berdampak!


Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.


Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan telah tersalurkan kepada dua penerima manfaat yang terus berjuang mencari nafkah di usia senja.


Nek Titi, seorang lansia yang sehari-hari berjualan telur asin, menerima bantuan berupa santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok untuk membantu meringankan kebutuhan hidup beliau. Begitu pula dengan Abah Ii, seorang lansia yang berjuang mencari nafkah dengan berjualan takjil, yang menerima santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok sebagai bentuk dukungan agar beliau dapat terus menjalani kehidupannya dengan lebih tenang dan penuh semangat.

Semoga setiap bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga menjadi penguat langkah dan menghadirkan keberkahan bagi kehidupan mereka.


Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.


Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kepedulian yang kita berikan hari ini dapat menjadi senyum dan harapan baru bagi sesama.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
29 March 2026, 08:47