Di balik ramainya Pelabuhan Belawan, ada para porter yang setiap hari datang sejak pagi buta untuk mencari nafkah.

Mereka tidak menerima gaji tetap.
“Kalau nggak ada penumpang yang mau barangnya kami angkut, kami nggak dapat uang.”
Mereka mengangkat koper, memanggul karung, membawa peti, hingga menggeret barang-barang berat milik penumpang. Namun, sudah bekerja seharian pun belum tentu ada uang yang dibawa pulang.

Saat pelabuhan sepi, mereka hanya bisa menunggu. Bahkan tak jarang harus pulang dengan tangan kosong, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.
Di antara mereka, ada pula porter lansia yang masih mengandalkan tenaga di usia senja. Tubuh yang tak lagi sekuat dulu tetap dipaksa bekerja karena berhenti berarti kehilangan penghasilan.
Setiap hari mereka membantu orang lain membawa barang sampai tujuan.
Kini, lewat Hadiah Raya Untuk Porter, mari kita bantu menghadirkan sedikit kebahagiaan untuk mereka dan keluarga.
Yuk, Sahabat Baik, bahagiakan para porter. Klik Donasi Sekarang.
