Buta Sebelah!!! Lansia Ini Bertahan Hidup Dari Jasa Pijat Seikhlasnya

Buta Sebelah!!! Lansia Ini Bertahan Hidup Dari Jasa Pijat Seikhlasnya

Rp 675.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
16 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 09 May 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
THE POWER OF KINDNESS

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

08 April 2026

Pagi itu, di sudut jalan yang ramai, seorang pria lanjut usia berjalan perlahan sambil membawa harapan di pundaknya. Namanya Abah Firman. Usianya kini 74 tahun. Satu matanya sudah tak lagi bisa melihat. Dari pukul 8 pagi hingga 8 malam, ia berkeliling menawarkan jasa pijat. Bukan karena ingin, tapi karena itulah satu-satunya kemampuan yang ia miliki sejak kecil, warisan dari orang tuanya.

Puluhan tahun Abah menjalani hidup sebagai tukang pijat keliling. Abah berasal dari kota lain di luar pulau dan kini sudah 4 bulan abah mencoba bertahan di perantauan. Sebelumnya, Abah sempat bekerja di sebuah usaha mebel. Namun saat pekerjaan itu hilang, Abah tak punya pilihan lain selain kembali ke jalanan.

Lebih menyedihkan lagi, Abah kini hidup sendirian. Ia memiliki seorang anak berusia 31 tahun. Namun sudah 4 bulan mereka tidak berkomunikasi. Abah bahkan tidak memiliki nomor anaknya sendiri. Tak ada kabar, tak ada perhatian. Abah benar-benar menjalani hari tuanya seorang diri.

Tanpa penghasilan yang cukup, Abah tidak mampu menyewa tempat tinggal. Kini, ia hanya tidur di emperan toko, beralaskan seadanya. Menahan dinginnya malam dan panasnya siang, tanpa kepastian hidup yang layak.

Setiap hari, Abah berjalan menyusuri banyak tempat, berharap ada yang membutuhkan jasanya. Ia tak pernah mematok harga. Berapa pun yang diberikan, akan ia terima. Bahkan jika diminta tolong dengan baik, Abah tetap membantu karena ia tahu rasanya sakit tapi tak punya uang untuk berobat.

Namun di balik ketulusan itu, hidup Abah begitu keras. Penghasilan Abah rata-rata hanya sekitar Rp30.000 per hari. Bahkan sering kali, setelah seharian penuh berkeliling Abah tak mendapatkan uang sama sekali. Dalam kondisi seperti itu, Abah tetap berusaha makan, meski hanya sekali sehari.

Di tengah keterbatasan itu, Abah juga harus menghadapi kondisi fisiknya.

Mata sebelah kirinya sudah tidak bisa melihat. Semua berawal dari debu yang masuk ke matanya. Karena tak sempat berobat, penglihatannya perlahan hilang… hingga akhirnya gelap total.

Ia pernah diamankan saat sedang duduk menunggu pelanggan. Selama 3 hari, Abah harus menjalani keadaan yang membingungkan baginya. Saat kembali, uang yang ada padanya tak lagi utuh. Ia hanya tersisa Rp7.000… dalam kondisi lapar, dan harus kembali berjalan jauh.

Pernah juga Abah menumpang tinggal di rumah orang yang iba. Namun karena merasa tidak nyaman, Abah memilih kembali ke jalan. Baginya, lebih baik hidup susah daripada merasa tidak dihargai.

Bahkan saat hendak makan di sebuah warteg, Abah pernah direndahkan. Ia dituduh sering berutang, padahal ia tak pernah melakukannya. Sejak saat itu, Abah lebih memilih menahan lapar daripada harus dianggap seperti itu lagi.

Ia ingin punya usaha kecil—jualan kopi dan rokok di kios sederhana, agar tak perlu lagi berjalan seharian dengan kondisi tubuh yang semakin lemah. Ia juga ingin memeriksakan matanya, berharap masih ada kesempatan untuk melihat kembali.

Hari ini, Abah Firman masih berjalan di jalanan… dengan satu mata yang tersisa, dengan tenaga yang terus berkurang, dan dengan harapan yang tak pernah ia lepaskan.

Mari kita bantu Abah.

Kalian dapat berdonasi dengan cara : 

  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

12 May 2026
The Power Of Kindness Tahap 1

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


The Power of Kindness merupakan program dari Ayo Kita Peduli yang bertujuan untuk membuktikan bagaimana kekuatan dari sebuah uluran tangan kebaikan satu orang dapat berdampak besar ke hidup orang lain. Bantuan ini tidak hanya membuat mereka bahagia saja, tetapi juga menjdi sebuah rasa syukur besar karena mereka dapat pengakuan bahwa mereka berhak untuk dirayakan dan hidup layak tanpa syarat apapun. Dengan ini, kami berharap kita semua dapat memberikan uluran tangan kebahagiaan lebih banyak lagi dan tak terbatas. Mereka yang berhak menerima bantuan ini adalah mereka yang tidak sempat mengeluh untuk capeknya hidup.

Sekali lagi, Alhamdulillah kebaikan-kebaikan ini sudah tersampaikan dengan baik dan amanah. Terima kasih atas kasih uluran tangan yang tidak pernah habis.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

13 April 2026 07:13
Rp 20.000
Amin
semoga bermanfaat