Dulu Abah bangun rumah buat orang lain... sekarang Abah sendiri gak punya tempat buat pulang
Namanya Abah Endang, usianya 56 tahun.Dulu Abah adalah mandor bangunan yang dipercaya membangun rumah, ruko, bahkan masjid.Tapi sejak terserang stroke, tangan kiri dan kaki kirinya tak lagi bisa bergerak normal, Abah gak sanggup lagi kerja berat. Penghasilannya hilang, Sampai akhirnya Abah diusir oleh istrinya karena dianggap sudah gak mampu lagi menafkahi keluarga, Sejak itu, Abah kehilangan tempat tinggal.
Siang hari Abah berjualan kopi keliling.
Malamnya, Abah hanya bisa numpang tidur di bengkel travel. Kalau tidak diizinkan, Abah terpaksa tidur di trotoar. Apalagi Tempat sederhana yang pernah Abah buat untuk berteduh bahkan pernah dibongkar orang, hingga Abah terjatuh dan kondisi strokenya semakin parah.
Padahal keuntungan Abah cuma sekitar Rp2.000 dari setiap gelas kopi yang terjual.
Kalau dagangannya sepi, uang itu bahkan gak cukup buat makan, beli obat, apalagi biaya sekolah anaknya yang masih SMA.
Meski hidupnya penuh luka...
Abah tetap memilih berjalan pelan sambil membawa termos kopi, berharap masih ada orang yang mau membeli dagangannya.
Hari ini...
Abah bukan cuma butuh biaya berobat agar strokenya tidak semakin parah.
Abah juga butuh tempat tinggal yang layak agar gak lagi tidur berpindah-pindah.
Kalau Allah menggerakkan hati Sahabat... Mari bantu perjuangan Abah Endang.
Semoga setiap kebaikan yang kita titipkan menjadi jalan hadirnya tempat tinggal yang layak, pengobatan yang lebih baik, dan masa depan yang tetap terbuka untuk anak Abah yang masih berjuang sekolah. Bantu dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;
2. Masukkan nominal donasi;
3. Pilih metode pembayaran GoPay atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera;
4.Dapatkan laporan melalui email.