Bagaimana rasanya bekerja seharian namun hanya mampu membawa pulang selembar uang sepuluh ribu rupiah? Bagi Pak Aris, uang itu adalah "napas" sekaligus "beban". Ia harus memutar otak; apakah uang itu untuk mengganjal perut yang lapar, atau untuk membeli obat pembersih luka Bu Komala yang kini kian membusuk.

Sudah setahun Bu Komala berjuang. Luka yang awalnya hanya bentol kecil kini menjadi mimpi buruk yang berbau menyengat dan bernanah. Tanpa perban medis, tanpa biaya rumah sakit, harapan Bu Komala untuk sembuh kian menipis. Dokter sudah memberi peringatan keras: Amputasi atau Kemoterapi.

Sahabat, Pak Aris sudah memberikan seluruh tenaga dan cintanya, namun itu belum cukup. Mari kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk mereka. Jangan biarkan Bu Komala kehilangan tangannya hanya karena ketiadaan biaya ongkos ke rumah sakit.

Mari bantu Abah Dengan cara :
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Abah.

Yuk, bantu Abah Otin untuk meringankan beban hidupnya. Semoga Abah punya tambahan modal usaha, agar tak perlu lagi berjualan terlalu jauh dan bisa menjalani hari tua dengan lebih layak dan tenang.