UPAH HANYA SERIBU!! Nenek Penjual Sapu Lidi Ini Tinggal Di Gubuk Yang Hampir Roboh

UPAH HANYA SERIBU!! Nenek Penjual Sapu Lidi Ini Tinggal Di Gubuk Yang Hampir Roboh

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
59 hari lagi
BANTU SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 24 April 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

Global Sedekah Movement

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

23 April 2026

"Waktu itu Mak udah seneng banget ada yang borong sapunya, buat beli beras dan lauk. Taunya sapunya dibawa kabur dan belum dibayar" Ujar Mak Enem Tubuh rentanya sudah lebih dari 60 tahun dipaksa untuk berkeliling berjualan sapu lidi. Ini adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan Mak Enem untuk bertahan hidup. Dengan langkah tertatih, setiap 2 hari sekali dari pagi hingga sore Mak Enem berjalan kaki puluhan kilometer menjajakan dagangannya dari kampung ke kampung. Tak jarang ia harus pulang dengan tangan kosong karena sepi pembeli. Terkadang, badan Mak terasa letih dan perut terasa perih karena Mak mempunyai penyakit magh kronis. Mak bisa saja istirahat sejenak. “Tapi kalau Mak gak jualan, nanti makannya apa? Mak gak mau ngerepotin anak-anak Mak” ujarnya lirih. Mak Enem hidup sendiri karena sang suami sudah meninggal dunia. Ia tinggal sebatang kara di gubuk reyot di pelosok desa. Anak-anak Mak sudah berkeluarga dan beliau tidak ingin merepotkan mereka. “Sebelum bikin sapu, Mak keliling hutan, cari daun pelepah yang sudah jatuh, nanti dibawa pulang terus dijadikan sapu lidi,” ungkap Mak Enem. Untuk membuat sapu lidi Mak Enem menghabiskan waktu seharian penuh dan satu ikat sapu lidi dijual 1 ribu perak. Namun Mak hanya bisa mengumpulkan 4 ikat sapu lidi dalam waktu seminggu. Pantang bagi Mak mengemis walaupun hidup dalam keterbatasan. Membuat sapu lidi menjadi satu-satunya pilihan yang bisa mbah lakukan untuk bertahan hidup. Semakin hari tubuh Mak semakin ringkih, kondisi kesehatannya pun semakin menurun. Harapan Mak Enem ingin sekali mempunyai tempat untuk berjualan makanan, agar Mak tidak berkeliling lagi, selain itu iapun ingin memperbaiki rumahnya. Sahabat Kebaikan, maukah bantu Mak Enem mewujudkan mimpinya? Meringankan sedikit beban yang ada dipundaknya? yuk kita bantu Mak Enem biar punya kehidupan yang layak di ujung usianya. Yuk bantu Emak dengan cara : 1.Klik tombol “DONASI SEKARANG” 2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu 3.Pilih metode pembayaran yang tersedia Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Emak.


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik