Di usianya yang sudah menyentuh 70 tahun, Mbah Sri Maryati harus memikul cobaan hidup yang teramat berat. Dengan fisik yang kian melemah dan postur tubuh yang bungkuk, Mbah Sri harus membanting tulang seorang diri demi menyambung hidup dan merawat suaminya, Mbah Suwito (72 tahun), yang sudah 8 tahun terbaring sakit sejak tahun 2018.
Setiap hari, Mbah Sri menyusuri jalanan sejauh 5 kilometer untuk menjajakan lontong. Namun, penghasilannya yang hanya berkisar Rp15.000 hingga Rp25.000 per hari jauh dari kata cukup. Jika dagangannya tak laku, jangankan untuk membawa suami berobat ke rumah sakit, untuk sekadar makan sehari-hari pun mereka harus menahan lapar. Kondisi Mbah Suwito kini sangat memprihatinkan; ia hanya bisa terbaring pasrah dengan sesak napas yang kian parah, tubuh gemetar, dan tanpa diagnosa medis yang pasti karena tak pernah ada biaya untuk berobat.
Penderitaan pasangan lansia ini tak berhenti di situ. Rumah reot yang mereka tempati saat ini bukanlah milik sendiri, melainkan hanya menumpang. Baru-baru ini, pemilik tanah sudah meminta mereka untuk segera angkat kaki dan mengosongkan rumah tersebut. Di sisa usianya, Mbah Sri bingung harus membawa suaminya yang sakit ke mana lagi.
#SahabatKebaikan, jangan biarkan Mbah Sri dan Mbah Suwito berjuang dalam keputusasaan. Uluran tanganmu hari ini adalah jaminan biaya pengobatan Mbah Suwito, bantuan pangan layak, serta sewa tempat tinggal yang aman bagi pasangan lansia ini.
