Masih Bersekolah, Raysar (14 Thn) Berjuang Jualan Kerupuk Keliling Demi Obat Sang Ibu
Masih Bersekolah, Raysar (14 Thn) Berjuang Jualan Kerupuk Keliling Demi Obat Sang Ibu

Masih Bersekolah, Raysar (14 Thn) Berjuang Jualan Kerupuk Keliling Demi Obat Sang Ibu

Rp 50.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
1
Tercapai
0%
Sisa waktu
29 hari

Diperbarui 02 October 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Pesona Kebaikan
Komunitas/Gerakan Sosial
Menggalang dana untuk
Perjuangan Raysar (14 Thn): Jual Kerupuk Keliling Demi Sembuhkan Ibu & Tetap Sekolah

Cerita

01 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di saat anak-anak seusianya menghabiskan waktu untuk bermain dan fokus belajar, Raysar Saddiq Yurisman Pratama (14 tahun) harus menanggung beban hidup yang teramat berat. Duduk di bangku kelas 4 SD, anak tunggal ini tinggal berdua bersama sang ibu di sebuah kontrakan sempit di Kota Padang. Ayahnya pergi meninggalkan mereka sejak Raysar berusia 4 tahun tanpa ada kabar hingga kini. penderitaan mereka makin bertambah saat sang ibu didiagnosa menderita sakit kelenjar getah bening.


Kondisi fisik sang ibu kini sangat lemah, tidak mampu beraktivitas banyak apalagi berjalan jauh. Praktis, Raysar menjadi satu-satunya tumpuan keluarga. Setiap hari, rutinitasnya sangat padat: bangun jam 4.30 pagi, berangkat sekolah jam 6 pagi hingga jam 4 sore. Tanpa sempat mengganti baju seragam sekolahnya, Raysar langsung melangkah menyusuri jalanan untuk berjualan kerupuk jengkol keliling hingga jam 9 malam.



Dari setiap bungkus kerupuk yang terjual, Raysar hanya mendapatkan keuntungan Rp500. Dalam sehari, pendapatan maksimal yang bisa ia bawa pulang hanya sekitar Rp20.000. Sepulang jualan malam hari, dengan sisa-sisa tenaganya, Raysar masih menyempatkan diri mengurus ibunya, membereskan rumah, mencuci piring, hingga menyelesaikan tugas sekolah. Tanpa mengeluh sedikit pun, Raysar tetap berusaha tersenyum di hadapan ibunya.


Namun, perjuangan keras itu sering kali belum cukup. Kebutuhan bulanan mereka mencapai Rp2.000.000—meliputi sewa kontrakan Rp600.000/bulan (yang kini sudah menunggak 2 bulan), biaya sekolah, makan, serta pengobatan rutin ibu sebesar Rp500.000. Karena keterbatasan biaya, sang ibu terpaksa tidak membeli obat dari rumah sakit dan hanya mengandalkan obat seadanya dari puskesmas.




Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
Wiwit
Rp 50.000
01 October 2026, 23:10

Ya allah jdkan raysar (dan semua anak2ku d dunia) mjd anak yg salih, yg berhasil, kaya raya, membanggakan ibunya dan bermanfaat buat org lain. Sehatkan mereka, mampukan unt terus sekolah sampai tinggi.