Di umur yang sudah kepala tujuh, Abah Masna masih harus keliling menjajakan camilan milik orang lain. Penghasilannya tak tentu, berkisar Rp20.000 hingga Rp50.000 sehari—itu pun belum dipotong setoran ke bos. Keuntungan yang didapat Abah hanya Rp500 dari setiap bungkus yang terjual. Jika dagangan sepi, jangankan membayar sewa kontrakan Rp400.000 per bulan, untuk makan pun Abah terpaksa mengandalkan camilan dagangannya sendiri sebagai lauk nasi.

"Kadang kalau dagangan nggak laku, tak ada uang buat beli lauk. Terpaksa camilan yang saya jual dijadikan lauk untuk makan nasi..."
Tak hanya berjuang melawan kelelahan fisik, Abah juga kerap menelan pil pahit kehidupan. Tidak jarang ada orang yang menipunya dengan berpura-pura membeli, meminjam uang lalu kabur, atau bahkan mengambil barang dagangannya tanpa membayar. Kerugian itu harus diselimuti Abah dari kantongnya sendiri.
Penderitaan Abah semakin memilukan akibat kecelakaan kerja di pabrik plastik masa lalu. Mata kanannya tersiram plastik panas hingga kini penglihatannya kabur. Tanpa biaya untuk berobat, Abah hanya bisa membasuh matanya menggunakan air putih setiap hari.

"Untuk berobat mata rasanya tak mungkin, makan sehari-hari saja masih sulit. Setiap hari mata ini cuma bisa saya bersihkan pakai air putih seadanya..."
Alat jualan Abah sangatlah sederhana; tanggungan polos berbalut banner bekas tanpa tulisan dan penutup kain seadanya untuk melindungi dagangan dari terik matahari. Meski begitu, Abah tidak pernah menyerah. Ia menyimpan impian sederhana: ingin memiliki modal usaha sendiri agar tak lagi bergantung pada bos, memperbaiki alat jualannya, dan akhirnya bisa memeriksakan matanya ke dokter.
"Abah cuma ingin punya modal sendiri, perbaiki tanggungan jualan, dan sembuhin mata ini biar nggak menyusahkan anak dan istri..."
Klik tombol "Donasi Sekarang"
Masukkan nominal donasi terbaik
Pilih metode pembayaran
Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi Bu Walmi dan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama