Saat fajar masih diselimuti kabut dingin, Abah Edih (62 tahun) sudah sibuk mengikat keranjang di bagian belakang sepeda tuanya. Sayur bonteng (mentimun) dan pecay (sawi) yang ia beli dari kebun orang disusunnya dengan penuh telaten, siap untuk dijajakan keliling kampung.

Dengan suara yang khas dan ramah, Abah berseru menyapa warga, "Bonteng... pecay... sayur segeeer, Bu!" Warga desa mengenalnya sebagai sosok kakek yang teramat baik hati. Tak jarang, Abah memberikan bonus sayuran gratis kepada warga yang sedang kesulitan uang, "Gak usah dibayar semua Bu, yang penting keluarga bisa masak di rumah," ucapnya ikhlas.
Dibalik kebaikan hatinya, Abah Edih sebenarnya menyembunyikan risiko bahaya yang mengintai jiwanya setiap hari. Di usianya yang mulai renta, penglihatan mata Abah Edih mulai kabur dan rabun parah.
Kondisi mata rabun membuat perjalanan mengayuh sepeda tua menjadi amat menakutkan. Tak jarang sepeda Abah menabrak pembatas jalan atau terperosok masuk ke dalam lubang-lubang jalanan yang rusak. Setiap kali sepedanya jatuh, sayuran dagangannya berserakan dan tubuh tuanya memar menahan sakit. Namun, demi dapur rumah tetap mengepul, Abah kembali bangkit dan menuntun sepedanya.
Perjuangan Abah Edih bertaruh keselamatan di jalanan hanya menghasilkan keuntungan bersih berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per hari. Angka yang sangat pas-pasan itu hanya cukup untuk memberi makan keluarga sederhananya hari itu.
Sadar akan matanya yang kian hari kian rabun dan bahaya yang mengintainya di jalanan, Abah Edih menyimpan pendar harapan di sisa usianya. Beliau sangat ingin berhenti berjualan menggunakan sepeda dan membuka warung sayur sederhana di rumahnya.

Dengan memiliki warung rumahan, Abah tidak perlu lagi mengayuh sepeda menerjang lubang jalanan yang tak bisa ia lihat dengan jelas, serta bisa mencari rezeki dengan lebih aman dan tenang.
#OrangBaik, kebaikan hati Abah Edih yang suka berbagi di tengah keterbatasannya layak mendapatkan apresiasi terbaik dari kita. Mari kita bantu mengamankan masa tua beliau agar tidak perlu lagi membahayakan nyawanya di jalanan.
Kami dari Yayasan Jejak Binar Harapan mengajak Anda semua untuk bergotong-royong membantu memberikan modal usaha warung sayur rumahan serta memenuhi kebutuhan pokok harian Abah Edih dan keluarga.