"Kalau Abah menyerah, hari ini Abah gak tahu harus makan apa..." Di saat lansia seusianya menikmati masa tua bersama keluarga, Abah Nata (80 tahun) harus berjuang sendirian di Bogor. Sudah hampir 20 tahun ia hidup sebatang kara. Anak-anaknya berada jauh di Sumedang dan terhalang kondisi ekonomi yang sama sulitnya. Setiap usai Subuh, dengan tubuh yang mulai ringkih, Abah mulai melangkahkan kaki memikul dagangan kue cubitnya. Tak hanya rasa lelah, Abah harus bertarung dengan penyakit hernia yang dideritanya. Setiap langkah kaki berarti rasa sakit yang harus ia tahan hingga Maghrib menjelang. Sayangnya, perjuangan berat itu tak selalu berbuah manis. Sering kali dagangan Abah sepi pembeli dan hanya cukup untuk menutup modal usaha. Tak jarang, Abah terpaksa hanya makan satu kali dalam sehari karena tak punya sisa uang. #TemanBaik, Abah Nata tak pernah meminta-minta, ia hanya ingin bisa berobat dan bertahan hidup dengan layak di usia senjanya. Mari sisihkan sedikit rezeki kita untuk hadirkan senyum dan harapan baru bagi Abah Nata. Setiap donasi dari Anda akan digunakan untuk: Biaya pengobatan dan perawatan hernia Abah Nata. Bantuan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Modal usaha agar Abah tidak perlu lagi berjalan jauh menahan sakit.
