Di tengah keterbatasan, sekitar 30 anak di Ci Awi Surat tetap datang untuk belajar mengaji dan mengenal agama. Namun, tempat mereka belajar sekaligus beribadah kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Musala Al-Muhtariah merupakan satu-satunya tempat ibadah sekaligus sarana pendidikan agama bagi masyarakat sekitar. Sayangnya, kondisi bangunannya sudah bobrok. Atap yang bocor membuat air hujan masuk ke dalam musala, sementara fasilitas air bersih, tempat wudu, dan MCK yang layak juga belum tersedia.
Di balik perjuangan menjaga musala ini tetap hidup, ada sosok Bapak Yaman, pengurus sekaligus guru ngaji yang dengan sukarela membimbing anak-anak. Setiap hari, beliau harus membagi waktu antara bekerja sebagai tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengajar sekitar 30 santri yang rata-rata masih berusia 5 tahun.
Penghasilan yang didapat Bapak Yaman sekitar Rp30.000 per hari. Meski harus berangkat pagi dan pulang malam untuk mencari nafkah, beliau tetap meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak dengan penuh keikhlasan.
Kini, Musala Al-Muhtariah membutuhkan bantuan agar dapat kembali menjadi tempat yang lebih aman dan layak untuk beribadah serta belajar. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pembangunan dan renovasi musala, menyediakan kebutuhan sembako, serta mendukung tersedianya fasilitas yang lebih layak bagi anak-anak yang belajar di sana. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi bagian dari perubahan besar bagi mereka. Mari bantu hadirkan tempat belajar dan beribadah yang lebih layak untuk anak-anak di Ci Awi Surat.
Mari bantu mereka menjalani hidupnya dengan lebih layak, sebelum semuanya terlambat.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan penunjang Anak-anak Madrasah serta untuk penerima manfaat dan program sosial kemanusiaan lainnya di bawah naungan Salam Mukti Foundation
