Di tengah himpitan ekonomi yang kian mencekik, Pak Juhana (mantan kuli bangunan) harus memeras sisa-sisa tenaganya demi menyambung nyawa keluarga. Selama lima tahun terakhir, beliau mengadu nasib sebagai penjual agar-agar panggulan. Ketiadaan modal yang pasti membuat usahanya sering kali terhenti; jika uang modal habis dipakai makan, Pak Juhana terpaksa menanti panggilan kuli serabutan demi mengumpulkan sepeser rupiah agar bisa berjualan kembali. Sembari memikul beban dagangan yang kerap menyiksa pundaknya, beliau juga menyandarkan harapan dengan menjadi Marbot, merawat dan membersihkan masjid demi piring nasi bagi istri dan ketiga buah hatinya.

Perjuangan Pak Juhana di jalanan kian memilukan karena selalu diiringi oleh langkah kecil anak bungsunya yang masih duduk di kelas 1 SD. Sang anak rela ikut menyusuri jalanan demi membantu sang ayah, meski fisik kecilnya tak jarang menyerah oleh rasa lelah. Saat kelelahan menghampiri dan keluhan terdengar dari bibir mungil anaknya, Pak Juhana terpaksa memikul beban ganda—menggendong sang buah hati sembari tetap memikul dagangan agar-agar. Tak jarang, sang anak tertidur pulas dalam pangkuannya di pinggir jalan. Duka kian dalam saat musibah menghampiri: Pak Juhana pernah terpeleset dan jatuh ke sawah hingga seluruh dagangannya hancur, membuatnya pulang tanpa sepeser pun uang dan justru terpaksa menombok modal.

Kehidupan rumah tangga Pak Juhana pun dipenuhi ketakutan dan penderitaan yang tak kunjung usai. Beliau bersama keluarga kecilnya tinggal di sebuah rumah wakaf berukuran amat sempit dari masjid sekitar. Namun, tempat bernaung itu jauh dari kata tenang; dinding-dindingnya berlubang hingga kerap bocor saat hujan deras menerpa, bahkan mereka pernah diusik dan dipaksa pindah oleh pihak tak bertanggung jawab. Himpitan pendapatan yang amat minim membuat Pak Juhana sering kali tak mampu membayar iuran listrik, hingga rumah mereka sering tenggelam dalam kegelapan dan hanya diterangi sebatang lilin. Tak hanya itu, impian besarnya untuk menyekolahkan anak-anak hingga jenjang SMA pun harus kandas di tengah jalan akibat terbentang dinding kemiskinan.

Di balik pundaknya yang sering kali terasa nyeri dan derita yang mengepungnya, Pak Juhana memendam asa bersahaja demi memuliakan keluarganya. Beliau sangat merindukan modal usaha dan gerobak roda agar tak perlu lagi memikul beban berat di pundaknya, memiliki modal jualan yang stabil, serta bisa memenuhi kebutuhan harian dan pendidikan anak-anaknya tanpa harus bergantung pada belas kasih orang lain. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk menghentikan duka Pak Juhana, menghadirkan tempat tinggal yang layak dan terang, serta memeluk masa depan buah hatinya dengan harapan baru.
Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Modal Usaha Gerobak Agar-Agar, Biaya Pendidikan Anak, dan Pemenuhan Kebutuhan Hidup Layak Bagi Pak Juhana!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo,Sobat Berdampak!
Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.
Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli