Pagi hari seharusnya jadi waktu bermain dan bersiap ke sekolah.
Tapi tidak untuk Maureen.
Di usianya yang baru 9 tahun, ia sudah berjualan es susu keliling demi membantu ibunya.
Setiap hari, sebelum dan sepulang sekolah, Maureen berjalan membawa dagangannya… berharap ada yang membeli.
Harga satu es hanya Rp2.000.
Keuntungan yang ia dapat? Rp1.000 saja.
Seharian berkeliling, Maureen hanya bisa membawa pulang sekitar Rp10.000 – Rp15.000.
Uang itu bukan untuk jajan… tapi untuk membantu dapur tetap mengepul.
Ayahnya sudah lama merantau dan jarang memberi kabar.
Kini, Maureen, ibunya yang berjualan gorengan, dan adiknya yang masih 2 tahun… harus bertahan dengan segala keterbatasan.
Bahkan, mereka masih terlilit hutang hingga Rp5.000.000 hanya untuk kebutuhan hidup.
Tak jarang Maureen harus menghadapi kerasnya dunia di usia kecil,
pernah diusir saat berjualan,
bahkan tetap berjualan di tengah hujan, meski dagangannya sering tak laku.
Namun di balik semua itu…
Maureen punya mimpi besar.
Ia ingin menjadi Polisi Wanita.
Bukan hanya untuk dirinya, tapi agar bisa mengangkat derajat keluarganya dan membayar semua hutang yang membebani ibunya.
Hari ini, Maureen tidak butuh belas kasihan.
Ia hanya butuh kesempatan.
Kesempatan untuk tetap sekolah dengan layak
Kesempatan untuk punya seragam dan perlengkapan belajar
Kesempatan untuk mengejar cita-citanya
Mari bantu Maureen…
Agar langkah kecilnya hari ini, bisa membawanya ke masa depan yang lebih besar.
Karena setiap anak berhak bermimpi
dan kita bisa jadi alasan mimpi itu tetap hidup