Berjualan Sayuran Demi Sesuap Nasi! Abah Ada di Ujung Hidupnya…

Di usianya yang ke-78 tahun, Abah Ada masih harus berjalan tertatih menjajakan sayuran dari pagi hingga matahari membakar ubun-ubunnya! Demi 20 ribu rupiah, Abah rela menahan sakit, asal ia dan sang istri bisa makan hari ini. Masalahnya, dagangan Abah sering tak laku sama sekali… itupun dagangan ngambil dulu dari orang lain.
Tanpa anak tanpa saudara Abah Ada hanya hidup berdua dengan sang istri tercinta, Mak Oom , 64 tahun. Tapi pilu, Mak Oom tak lagi bisa berdiri! Tubuhnya lumpuh akibat stroke, terbaring lemah di atas kasur usang. Lebih menyayat lagi, Mak Oom tidak pernah sekalipun berobat ke dokter.

Setiap pagi, Abah paksakan tubuh rentanya berjalan keluar rumah. Pikul sayuran di pundak yang sudah keropos termakan usia! Berharap ada satu-dua orang yang membeli. Tapi saat dagangan tak laku, Abah tak punya pilihan, sayuran itu ia tukar dengan segenggam beras, asal Mak Oom masih bisa makan hari ini!
Pulang ke rumah pun bukan jadi tempat istirahat. Rumah Abah lebih mirip bangunan yang menunggu waktu untuk roboh! Abah dan mak Oom harus berdesakan di sudut yang masih kering, tidur beralas kasur tipis yang usang tanpa selimut!
"Kalau rumah mah, Abah sudah pasrah… mau dibetulin juga uang dari mana? Buat makan sehari-hari saja susahnya minta ampun…" ucap Abah lirih, suaranya bergetar menahan tangis.

Tak pernah sekalipun Abah berniat menyerah. Di usia yang seharusnya istirahat, Abah masih saja bertarung melawan kerasnya hidup demi sang istri. Tapi tubuh rentanya sudah tak sanggup lagi!