Pikul Beban 60 KG di Usia 71 Tahun, Abah Ujang Rela Minum Cincau Sisa Ganjal Perut Demi Obati Istri Rematik & Tak Mau Nyusahin Anak!

Pikul Beban 60 KG di Usia 71 Tahun, Abah Ujang Rela Minum Cincau Sisa Ganjal Perut Demi Obati Istri Rematik & Tak Mau Nyusahin Anak!

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
30 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 08 September 2026 15:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

08 September 2026

Di usia 71 tahun yang seharusnya digunakan untuk beristirahat, Abah Ujang masih harus memikul beban hidup yang sangat berat. Setiap hari dari pagi hingga sore, tubuh tuanya harus menahan beban pikulan cincau seberat 40 hingga 60 kilogram, menyusuri jalanan puluhan kilometer demi mendapatkan sesuap nasi. Perjuangan fisik yang begitu menyiksa itu sering kali tak sebanding dengan hasil yang dibawa pulang. Penghasilan Abah kini rata-rata hanya Rp15.000 hingga Rp30.000 sehari. Padahal, Abah harus mengeluarkan modal Rp75.000 setiap hari untuk membeli gula dan bahan baku. Jika cincau tak habis dijual, dagangan tersebut tidak bisa disimpan untuk esok hari dan terpaksa dibuang. Tak jarang, Abah memilih meminum cincau itu sendiri demi mengganjal perutnya yang lapar dan menghemat uang makan. Meski hidupnya serba terbatas dan serba kekurangan, Abah Ujang memiliki hati yang sangat mulia. Ia sering kali memberikan cincau jualannya secara gratis kepada anak-anak kecil yang ingin membeli namun tidak memiliki cukup uang. Abah sebenarnya memiliki dua anak yang sudah berkeluarga dan sering memintanya berhenti berjualan. Namun, Abah memiliki prinsip tak ingin menjadi beban bagi anak-cucunya. Abah merasa harus terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan rumah dan merawat sang istri yang mengidap penyakit rematik parah hingga kesulitan berjalan. Karena tak ada biaya, pengobatan istrinya selama ini hanya bergantung pada puskesmas dan terapi seadanya. Kondisi rumah Abah pun sangat memprihatinkan, dengan bagian dapur yang masih menggunakan tungku kayu (hawu) kusam. Harapan Abah di sisa usianya sangat sederhana: ia ingin membawa istrinya berobat ke rumah sakit yang lebih baik serta memiliki biaya untuk merenovasi dapur rumahnya agar lebih layak.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

 

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

 

#SahabatKebaikan, mari kita ringankan beban di pundak Abah Ujang dan bantu pengobatan istrinya di masa tua mereka.



Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik