“Kalau hari itu nggak ada yang beli, saya sama istri cuma bisa tidur nahan lapar...”

Kalimat itu keluar pelan dari A Risman. Seorang penjual tisu keliling yang setiap hari berjalan dari lampu merah ke lampu merah, sambil menahan sakit di kakinya yang sejak kecil tidak normal.
A Risman adalah penyandang disabilitas fisik. Untuk berjalan saja beliau harus berjuang dua kali lebih kuat dari orang lain. Tapi demi istrinya yang sudah dua tahun setia mendampingi, A Risman tetap memaksakan diri berjualan tisu keliling.

Sayangnya, tisu yang beliau jual bukan miliknya sendiri. A Risman hanya mengambil titipan dan baru mendapat sedikit uang jika barangnya habis terjual. Sering kali, seharian berkeliling, tidak ada satu pun tisu yang laku.
Saat itu terjadi, A Risman pulang dengan tangan kosong.

Tidak ada uang untuk makan. Tidak ada uang untuk bayar kontrakan. Bahkan pernah, A Risman dan istrinya hanya bisa minum air dan tidur dalam keadaan lapar.
Karena penghasilannya yang tidak menentu, A Risman dan istrinya sudah sampai 3 kali diusir dari kontrakan. Mereka terpaksa numpang di rumah teman, berpindah-pindah, hanya supaya masih punya tempat untuk tidur.
Perjuangan A Risman juga tidak berhenti di situ. Saat berjualan di jalan, beliau sering dipalak preman. Diminta setor rokok setiap minggu. Bahkan A Risman pernah dipukuli sampai 2 kali hanya karena salah paham.
Di saat tubuhnya sudah lelah, masih ada orang yang memandangnya aneh. Ada yang menuduh keterbatasannya hanya pura-pura untuk mencari belas kasihan 💔
Padahal, di balik langkahnya yang tertatih, A Risman cuma punya satu harapan sederhana:
Punya modal sendiri. Punya toko kecil. Supaya beliau tidak perlu lagi berjalan jauh setiap hari dengan kondisi kakinya.
Hari ini, kita bisa bantu A Risman bangkit. Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari, biaya kontrakan, dan modal usaha kecil agar A Risman bisa berjualan dengan lebih layak.
Sedikit bantuan dari kita, bisa jadi alasan A Risman dan istrinya tidak lagi tidur dalam keadaan lapar 🥺

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama