Di usia yang tak lagi muda, Abah Naman masih harus mengayuh sepeda tua puluhan kilometer setiap hari demi mencari sesuap nasi.
Dari pagi hingga sore, Abah berkeliling menjajakan manisan. Namun dagangan yang semakin sepi membuat penghasilannya terkadang hanya sekitar Rp20.000 sehari. Tak ingin pulang dengan tangan kosong, Abah bahkan rela membungkuk memungut rongsokan di sepanjang perjalanan pulang untuk dikumpulkan dan dijual kembali.
Perjuangan Abah pun semakin berat setelah dirinya pernah menjadi korban tabrak lari. Dagangannya juga tak jarang diutang, tetapi tak kunjung dibayar. Meski tubuhnya lelah dan hatinya berkali-kali terluka, Abah tetap mengayuh. Sebab bagi Abah, berhenti bekerja berarti semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, mari bantu ringankan perjuangan Abah Naman. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi tenaga bagi Abah untuk terus bertahan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. ❤️
1. Klik "DONASI SEKARANG"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih Metode Pembayaran
4. Segera transfer sesuai nominal jika menggunakan Transfer bank & Virtual Account
