Mereka tak meminta kita datang. Mereka hanya berharap kita tidak melupakan. Setiap tahun, ribuan keluarga Palestina hanya bisa makan daging dari qurban umat Islam dunia. Bayangkan, di saat kita bisa memilih menu daging, mereka harus memilih: “Apakah hari ini makan, atau simpan untuk besok?” Bayangkan pagi Idul Adha tiba. Kita mengenakan pakaian terbaik, bertakbir bersama keluarga, lalu menyaksikan hewan qurban disembelih. Di rumah, ibu menyiapkan olahan daging.

Anak-anak menunggu dengan riang. Bau sate, rendang, dan gulai menggoda indera. Hari itu kita merasa cukup. Bahkan lebih dari cukup. Tapi di Gaza, Palestina, suasananya sangat berbeda. Di sana, suara takbir tertahan oleh gemuruh pesawat tempur. Bukan sajian daging yang tercium, tapi bau reruntuhan bangunan dan tanah terbakar. Anak-anak tak bermain di halaman, mereka berbaring di tenda-tenda pengungsian. Lapar. Lemas. Sejak perang besar pecah pada Oktober 2023, Gaza telah berubah jadi puing-puing. Lebih dari 55.000 orang meninggal, ribuan lainnya hilang. Rumah, masjid, sekolah, rumah sakit semuanya hancur. Dan kini, lebih dari 2,1 juta jiwa hidup dalam krisis kemanusiaan.
Banyak dari mereka tak makan daging bertahun-tahun, kecuali jika ada qurban dari saudara muslim dunia. Dan tahun ini, sahabat bisa menjadi jawaban atas doa-doa mereka. Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain.” (HR. Thabrani)


Sahabat berbagi, mari rayakan Idul Adha dengan memberi Qurban kepada saudara tercinta kita di Afrika dengan patungan sedekah Qurban. Jadilah bagian dari gerakan berbagi global, dari Indonesia untuk dunia. Dari tangan kita untuk hati mereka. Bantuan sekecil apapun darimu, akan sangat berarti untuk mereka.