“Banyak yg bully aku, katanya, cacat mah gausah sok2 sekolah, padahal aku jg punya cita2 kayak mereka..” - Ungkap Lili sambil menahan tangis.
Seorang anak tak bisa memilih akan dilahirkan di keluarga mana dan nasib yang seperti apa. Sama halnya dengan Lili, sejak lahir, ia sudah berbeda, kakinya bengkok ke belakang, jalannya tak seperti anak-anak pada umumnya.

Lili juga tumbuh tanpa sosok dan kasih sayang ayah, sebab sejak usia 7 bulan dalam kandungan, ayahnya sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa untuk selamanya. Kini, hanya ia berdua dengan sang ibu, bertahan di tengah kerasnya hidup.
Ejekan dan cemoohan orang-orang kerap membuat Lili sedih, namun ia tak pernah patah semangat. Dengan ikhlas, setiap hari Lili pergi berjualan pulsa, paket data, dan kue-kue sepulang sekolah demi membantu menambah pemasukan keluarga.
"Aku harus bantuin ibu, aku ingin bisa kuliah, Kak. Aku punya cita-cita jadi perawat dan bisa banggain ibu." - Cerita Lili.

Dengan kondisi kakinya yang berbeda, berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh bukan menjadi hal yang mudah. Lili sering merasakan nyeri dan ngilu di kakinya, belum lagi luka karena ia hanya mengenakan sandal jepit. Kadang jika lelah, Lili duduk di pinggir jalan sambil memijat kakinya, kemudian melanjutkan perjalanan saat sudah merasa lebih baik.
Di sekolah, Lili dikenal sebagai anak yang rajin dan cerdas. Di tengah istirahat saat berjualan, Lili suka membaca kembali buku yang ia pelajari di sekolah hari itu.

#TemenBaik, Kisah Lili merupakan 1 dari banyaknya kisah penuh haru yang dialami oleh anak-anak disabilitas. Maukah kamu bantu buat Lili tersenyum dan bantu wujudkan cita-citanya ?
Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin
