Dava Wijaya, seorang anak 17 tahun, yang hanya bisa terbaring lemah di kasur sejak kecil karena epilepsi yang membuat tubuhnya semakin kaku, sulit digerakkan bahkan sulit berbicara. Setelah kedua orang tuanya berpisah, Dava diasuh oleh neneknya di rumah sederhana, yang bahkan rumah yang ditempati juga masih ngontrak. Dengan penghasilan sebagai buruh cuci sekitar Rp400 ribu per bulan, neneknya harus mencukupi kebutuhan Dava dan tiga cucunya lainnya dalam segala keterbatasan. Bahkan tak jarang Nek Keti hanya mampu memberikan Susu kental manis dan bubur sederhana sebagai asupan Dava, tak ada gizi yang cukup untuk Dava.

Kondisi Dava semakin memprihatinkan, Bahkan untuk berpindah tempat, ia harus digendong oleh neneknya yang sudah semakin lemah. Dava hanya mengenal dunia dari atas kasur.

Melalui program ini, kami mengajak #KawanKebaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan Dava, mulai dari nutrisi yang layak, obat epilepsi, pampers hingga kursi roda agar ia bisa merasakan dunia di sekitarnya. Setiap bantuan yang diberikan akan sangat berarti untuk kehidupan Dava serta membantu meringankan pundak Nek Keti.

Yuk, jadi bagian dari harapan Nek Keti dan cucunya Dava hari ini. Kami tidak ingin menyerah. Meski upah buruh harian yang kami miliki jauh dari cukup untuk menutup biaya kebutuhan dan pengobatan yang tidak sedikit, kami percaya harapan itu selalu ada lewat kebaikan hati teman-teman.
Klik tombol Beri Harapan Untuk Nek Keti dan jadilah bagian dari Kebaikan ini.
Karena bagi nek Keti dan Cucunya Dava, bantuan dari kita adalah harapan untuk masa depan yang lebih baik.