Syifa Amira, lahir dengan penyakit langka Atresia Esofagus tipe A, di mana esofagus (kerongkongan) terputus menjadi dua segmen (atas dan bawah) yang keduanya buntu dan tidak terhubung, serta tidak ada fistula trakeoesofagus (hubungan abnormal dengan saluran napas), sehingga sering disebut atresia esofagus murni atau celah panjang. Kondisi ini menyebabkan Syifa tidak bisa menelan makanan atau cairan ke lambung, dengan air liur menumpuk dan menyebabkan gumoh atau tersedak.

Anak dari pasangan Ridwan (33) dan Mirna (31) itu begitu dilahirkan langsung dipasangi selang makan menembus dinding perut ke lambungnya. Sehingga untuk pemenuhan nutrisi Syifa makan melalui selang tersebut.

Syifa harus menjalani operasi untuk menyambungkan kembali segmen esofagus. Namun, dokter di rumah sakit hanya bisa melakukan tindakan tersebut, ketika berat badan Syifa sudah mencapai 10kg. Sementara berat badannya saat ini masih sekitar 4,5 kg. Untuk itu Syifa diharuskan minum susu khusus yang harganya sekitar Rp 330rb per kaleng (400mg). Dan per kaleng itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Syifa selama 3 hari. Artinya orang tua Syifa harus menyediakan setidaknya 10 kaleng per bulan atau senilai Rp 3,3jt hanya untuk membeli susu.

Perjuangan ini dirasakan begitu berat bagi Ayah dan Ibu Syifa. Ridwan memiliki usaha bengkel kecil. Keahliannya sebagai seorang montir memberanikan diri merintis usaha di atas tanah sewa. Namun penghasilannya tidak menentu.
Pasca Syifa lahir, kerap bengkelnya terpaksa tutup jika kondisi Syifa mengalami kegawatdaruratan. Pernah selang makan Syifa macet membuatnya tak bisa makan. Ridwan pun segera melarikan Syifa ke UGD Rumah sakit di Banjarmasin. Jarak dari rumah ke rumah sakit sekitar 25 km.

Demi memenuhi kebutuhan Syifa dan kakak-kakaknya, Ridwan dan Mirna sampai menjual barang-barang di rumah termasuk alat-alat bengkel. Semua itu terpaksa mereka lakukan karena semua tabungan sudah habis. Ridwan dan Mirna hanya berharap kebaikan Tuhan menyapa mereka agar Syifa bisa operasi sesuai rencana.

Syifa membutuhkan uluran tangan kita semua. Kepedulian kita insyaallah bisa menjadi secercah harapan bagi orang tua Syifa demi melihat anaknya tumbuh sehat dan ceria.
Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Mereka.
